Stasiun Luar Angkasa ISS Pensiun, Jatuh di Samudera Pasifik

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
04 February 2022 14:30
This image made from NASA TV shows the international space station, seen from the SpaceX Crew Dragon spacecraft Saturday, April 24, 2021. The recycled SpaceX capsule carrying four astronauts has arrived at the International Space Station, a day after launching from Florida. (NASA via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berniat untuk mengoperasikan stasiun luar angkasa International Space Station (ISS) hingga akhir 2030 kemudian dipensiunkan dengan menjatuhkan ISS ke Pint Nemo, bagian terpencil Samudra Pasifik.

Hal ini terungkap dalam rencana terbaru untuk pensiunkan ISS yang diterbitkan NASA. ISS diluncurkan pada 2000 dan telah mengobit 227 mil laut di atas Bumi. Lebih dari 200 astronot dari 19 negara telah bertugas di stasiun luar angkasa ini.

NASA mengatakan ISS akan digantikan oleh stasiun luar angkasa yang dioperasikan secara komersial sebagai tempat untuk kolaborasi dan penelitian ilmiah.


"Sektor swasta secara teknis dan finansial mampu mengembangkan dan mengoperasikannya dengan tujuan komersial di orbit rendah Bumi, dengan bantuan NASA. Kami berharap dapat berbagi pelajaran dan pengalaman operasi kami dengan sektor swasta untuk membantu mereka mengembangkan secara aman, andal, dan hemat biaya," kata Phil McAlister, direktur ruang komersial NASA, seperti dikutip dari CNN International, Jumat (4/2/2022).

"Laporan yang telah kami sampaikan ke Kongres menjelaskan, secara rinci, rencana komprehensif kami untuk memastikan transisi yang mulus ke tujuan komersial setelah pensiunnya International Space Station pada tahun 2030."

Dalam Laporan Transisi Stasiun Luar Angkasa Internasional, NASA mengatakan ISS akan jatuh ke Bumi di daerah yang dikenal sebagai Area Tak Berpenghuni di Samudra Pasifik Selatan - juga dikenal sebagai Point Nemo. Laporan itu mengatakan kejadian tersebut akan terjadi pada Januari 2031. Point Nemo adalah titik di lautan yang terjauh dari daratan dan telah menjadi "kuburan" bagi banyak pesawat ruang angkasa lainnya.

Daerah ini berjarak sekitar 3.000 mil dari pantai timur Selandia Baru dan 2.000 mil di utara Antartika dan diperkirakan negara-negara penjelajah luar angkasa seperti AS, Rusia, Jepang, dan negara-negara Eropa telah menenggelamkan lebih dari 263 keping puing luar angkasa di sana sejak 1971.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Penyelidikan Kasus Pesawat Antariksa Rusia Rampung, Hasilnya?


(npb/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading