Terinfeksi Covid Omicron Gejala Ringan, Ini Deretan Obatnya

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
31 January 2022 15:25
Keterangan Pers Menteri terkait Hasil Ratas Evaluasi PPKM, 31 Januari 2022

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia memprediksi puncak infeksi Covid-19 varian Omicron akan terjadi di Indonesia pada akhir Februari 2022. Bagi mereka yang termasuk orang tanpa gejala (OTG) atau gejala ringan disarankan untuk isolasi mandiri (isoman).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan omicron memiliki penularan yang tinggi dan akan memberikan tekanan yang tinggi pada sistem rumah sakit.

Oleh karena itu, ia menyarankan mereka yang OTG dan positif omicron bergejala ringan dengan saturasi oksigen di atas 94-95% untuk di rumah saja. Rumah sakit bagi pasien gejala sedang, berat, komorbid (memiliki penyakit penyertaan) dan belum divaksinasi.


"Kesembuhan kasus omicron lebih tinggi dari delta. Kami mengimbau kalau OTG tidak usah ke rumah sakit, di rumah saja. Gejala ringan dengan saturasi di atas 95%, mengalami batuk, demam, di rumah saja," ujar Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers digital di Jakarta, Senin (31/1/2022).

Budi menambahkan bagi pasien OTG omicron untuk sembuh cukup mengkonsumsi vitamin. Bagi yang mereka gejala ringan untuk segera mengakses aplikasi telemedisin dan konsultasi dengan dokter. Bila demam siapkan obat anti panas.

"5 organisasi profesi [kedokteran] merekomendasikan dua obat untuk mereka gejala ringan, yaitu avigan (favipiravir) dan molnupiravir," ujarnya.

"Kita sudah siapkan obat ini sekitar 20 juta dosis. Bisa dibeli di apotik dengan resep dokter, tidak bisa dibeli sendiri."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terungkap! Menkes Temukan 5 Orang Suspek Omicron RI


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading