Ini Daftar Vaksin Booster Covid-19 yang Dikaji BPOM

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
07 January 2022 17:10
A droplet falls from a syringe after a health care worker is injected with the Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Women & Infants Hospital in Providence, R.I., Tuesday, Dec. 15, 2020. (AP Photo/David Goldman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mulai 12 Januari 2022, pemberian vaksin booster akan dimulai di tanah air. Ada sejumlah jenis vaksin yang menjadi kandidat dosis booster.

Namun pada rapat bersama Komisi IX DPR RI beberapa waktu lalu, Kepala Badan POM Penny Lukito menjelaskan sedang ada pengujian vaksinasi booster. Uji coba dilakukan pada sejumlah jenis vaksin yang digunakan di Indonesia.

Untuk vaksin primer menggunakan CoronaVac (Sinovac) dan AstraZeneca. Sedangkan dosis booster diberikan dengan CoronaVac, AstraZeneca dan Pfizer.


Uji klinis digunakan dengan homologous (jenis vaksin digunakan sama) dan heterologous (dosis booster berbeda dengan vaksin primer). Pengujian dilakukan oleh Balitbangkes (Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan) dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Indonesia (UI).

Saat itu, Penny menjelaskan data imugenositas atau kemampuan vaksin merangsang respon imun tubuh dilihat hingga 6-12 bulan setelah booster diberikan.

Namun hingga kini belum ada satupun vaksin yang mengantongi izin penggunaan darurat (EUA) untuk booster dari Badan POM.

Lalu kapan izin EUA diberikan? Penny belum memberikan tanggal pastinya. Kepada detikcom pada akhir bulan lalu, dia mengatakan EUA untuk homologous diberikan dalam waktu dekat.

"Awal minggu depan untuk yang homologus ada yang bisa sudah keluar," kata Penny.

Dia tak merinci jenis vaksin yang akan mengantongi EUA nantinya. Namun memastikan empat vaksin bakal disetujui jadi dosis booster.

"Masih proses. Ada vaksin Sinovac, Pfizer, AstraZeneca, dan Sinopharm," ungkapnya.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes dr Maxi Rein Rondonuwu mengatakan pihaknya sedang menyiapkan stok vaksin. Selain itu juga disiapkan alur pelayanan serta rencana simulasi pelaksanaan vaksinasi.

"Iya betul rencana kick off tanggal 12 Januari 2022. Kami sedang melakukan persiapan-persiapan terkait regulasi, pemetaan sasaran , kesiapan logistik vaksin, alur pelayanan dan rencana simulasi sebelum tanggal 12 Januari di Jabotabek," kata Maxi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Dosis Booster Vaksin yang Diberikan ke Pengguna Sinovac


(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading