Terancam Gelap Gulita, Negara Ini Larang Penambangan Kripto

Tech - Tim, CNBC Indonesia
06 January 2022 15:35
Area pabrik kertas di Quebec, Kanada 'disulap' menjadi pusat penambangan mata uang kripto (cryptocurrency) di tengah tren Bitcoin. (dok. REUTERS/Christinne Muschi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kosovo memutuskan untuk melarang penambangan uang kripto (cryptocurrency) untuk mengendalikan penggunaan listrik pada kegiatan yang tidak semestinya.

Pada Selasa (4/1/2022), Menteri Ekonomi Kosovo Artane Rizvanolli mengumumkan pemerintah melarang penambangan uang kripto untuk mengurangi dampak krisis energi global. Pasukan keamanan akan mengidentifikasi dan menekan sumber penambangan uang kripto, seperti dikutip dari BBC International, Kamis (6/1/2022).

Kosovo memang sedang menghadapi krisis energi. Salah satunya karena melambungnya harga gas alam hasil dari rendahnya pasokan dari Rusia dan tingginya permintaan karena pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19 di Eropa.


Bulan lalu pembangkit listrik tenaga batu bara terbesar di negara bagian Balkan ini ditutup karena masalah teknis, hal ini memaksa pemerintah untuk mengimpor listrik dengan harga yang tinggi.

Kosovo sudah mengumumkan keadaan darurat selama 60 hari pada Desember lalu. Pemerintah mengalokasikan dana besar untuk impor energi, memberlakukan pemadaman bergilir dan pembatasan yang lebih ketat pada penggunaan listrik. Bulan lalu Kosovo mengimpor 40% dari energi yang dikonsumsi.

Sebelum krisis energi terjadi, Kosovo sangat membanggakan diri sebagai salah satu negara di Eropa dengan tarif listrik termurah di Eropa. Hal ini juga jadi pemicu penambangan (mining) uang kripto seperti Bitcoin dan Dogecoin, sangat populer di kalangan anak muda.

Penambangan uang kripto sangat populer di wilayah utara Kosovo, di mana etnis Serbia tidak mengakui kemerdekaan negara bagian dan menolak membayar listrik.

Mining uang kripto adalah proses memecahkan kode matematika rumit di mana penambang akan mendapatkan imbalan uang kripto atas kode yang berhasil dipecahkannya. Proses ini dapat melibatkan ratusan komputer dan mengkonsumsi banyak energi listrik.

Selain Kosovo, Negara Iran dan Kazakhstan telah melarang penambangan uang kripto ilegal dengan alasan konsumsi listrik yang tinggi dan membuat negara terancam kekurangan listrik.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Alert! Bitcoin Hampir Habis, Segini yang Bisa Ditambang


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading