Bukan Vivo, Samsung & Iphone, Ini Raja Baru Smartphone RI

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
22 December 2021 10:10
Oppo A95

Jakarta, CNBC Indonesia - Oppo menjadi yang pertama dalam penguasaan pasar smartphone Indonesia dalam sisi pengiriman (shipment) pada kuartal III-2021. Ini berdasarkan laporan terbaru dari lembaga riset IDC berhasil mengalahkan perusahaan teknologi besar lain.

Menurut IDC, Oppo ada di peringkat pertama karena berhasil menjaga persediaan yang relatif stabil walaupun perusahaan mengalami kekurangan pasokan. Oppo juga disebut masih merajai pada pasar low-end (US$100 < US$200 atau Rp 1,4 juta < Rp 2,8 juta), yang juga jadi penyumbang besar sebagian besar pengiriman.


Sementara itu di belakang Oppo, ada Vivo yang ada di peringkat kedua. IDC menyebut perusahaan bisa meningkatkan penjualan offline serta mempertahankan persediaan.

"Vivo bisa masuk ke segmen ultra low-end karena Y1S turun hingga di bawah US$100 serta mengambil peringkat kedua pada segmen low-end dengan seri Y," jelas IDC, dikutip Rabu (22/12/2021).

Xiaomi yang sebelumnya berada di posisi satu, saat ini berada di ranking ketiga. IDC mengatakan ada masalah pada pasokan dan persediaan ketat. Meski begitu, Xiaomi juga masih memimpin pada segmen kelas menengah (US$200 < US$400 atau Rp2,8 juta < Rp5,7 juta).

Raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung pada kuartal III-2021 berada di urutan keempat. Penyebabnya adalah adanya penurunan pengiriman karena penutupan ritel akibat lockdown. Di sisi lain, IDC menambahkan seri ponsel lipat Samsung tampil dengan baik.

Sedangkan Realme ada di posisi lima. Perusahaan disebut tetap mempertahankan jumlah pengiriman, meskipun ada kekhawatiran mengenai kekurangan pasokan. "Realme mampu menjaga momentum dengan menyegarkan beberapa model seri C dengan prosesor baru yang memiliki pasokan relatif stabil,"jelas lembaga tersebut.

Pengiriman Smartphone Turun
IDC mengungkapkan jika pengiriman smartphone dalam negeri juga mengalami penurunan sebanyak 12,4% year-on-year. Yaitu mencapai 9,2 juta unit di kuartal III-2021, dikarenakan terdapat masalah gangguan kanal serta kesulitan pada penawaran.

Di Indonesia, sebagian besar kuartal III-2021 diwarnai dengan adanya gelombang kedua Covid-19. Ini juga membuat pemerintah melakukan perketat aturan. Penutupan ritel tak bisa terhindarkan terjadi di Jawa dan Bali serta sejumlah hotspot lain.

Associate Market Analyst IDC Indonesia, Vanessa Aurelia mengatakan sejumlah vendor akhirnya melakukan pilihan dengan mengganti atau tidak merilis model yang memiliki lebih banyak masalah pasokan. "Beberapa vendor mulai mengeksplorasi cara lain seperti meninjau kembali strategi distribusi untuk menjaga harga tetap terkendali," kata dia.

Pada kuartal III-2021, juga terlihat lebih banyak smartphone 5G yang dirilis, ungkapnya. Ini membuat pangsa produknya meningkat dari 6% di tahun sebelumnya menjadi 7%.

Harga jual rata-rata (ASP) smartphone 5G juga turun perkuartalnya, menjadi US$418 (Rp 6 jutaan) pada Q3-2021. Penyebabnya adalah Original Equipment Manufacturer (OEM) berusaha untuk merilis perangkat tersebut dengan harga yang lebih terjangkau.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Penguasa Berganti, Bukan Oppo atau Samsung Raja HP di RI


(npb/npb)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading