Market E-Commerce di RI Tembus US$ 43,35 M di 2021

Tech - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
20 December 2021 09:57
Ilustrasi toko online. Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia tercatat memiliki e-commerce berskala besar dengan potensi mendekati Korea Selatan dan mendekati China. Berdasarkan laporan Technology-empowered Digital Trade in Asia Pacific dari Deloitte, total besaran market e-commerce di Indonesia tercatat mencapai US$ 43,351 miliar pada 2021.

Dalam laporan tersebut, market e-commerce di Indonesia lebih besar dibandingkan China dan tepat di belakang Korea Selatan yang merupakan negara terbesar ketiga di Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Sementara itu, proporsi skala konsumsi e-commerce lintas batas di Indonesia mencapai US$ 17,34 miliar atau relatif lebih tinggi dibandingkan dengan negara berkembang lainnya.

Bahkan konsumsi e-commerce di Indonesia tepat di belakang China, sebagai salah satu mature markets di antara negara-negara RCEP.


Vice Chairman dan Technology, Media & Telecommunications Industry Leader di Deloitte China, Taylor Lam menjelaskan bahwa bonus demografi, tingkat penetrasi internet, dan kebiasaan konsumen menciptakan potensi besar untuk mengembangkan e-commerce serta e-commerce lintas batas di Indonesia.

E-commerce sosial juga disebut berkembang pesat, dan konsumen semakin gemar berdagang di media sosial.

"Konsumen Indonesia suka membeli produk yang terjangkau, dan rata-rata transaksinya adalah US$ 36, jauh lebih rendah dari Malaysia (US$ 54) dan Singapura (US$ 91). Pengguna juga lebih memilih platform e-commerce dalam bahasa lokal, yang sangat mempengaruhi pengalaman berbelanja mereka," kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (20/12/2021).

Dalam laporan itu juga disebutkan, perdagangan digital akan mempercepat peningkatan aktivitas e-commerce lintas batas, pengadopsian gaya hidup digital yang sangat cepat oleh konsumen, pengembangan lebih lanjut dari infrastruktur digital dan penguatan kerja sama regional yang dipimpin oleh RCEP. Adapun masa keemasan perdagangan digital di kawasan ini diharapkan akan terjadi dalam tiga tahun mendatang.

"Covid-19, perkembangan teknologi digital, dan peningkatan kerja sama regional mempercepat pembentukan perdagangan digital di kawasan Asia Pasifik. Perdagangan digital hadir dengan peluang pengembangan baru. Selain itu, RCEP akan mempromosikan kerja sama regional dan memfasilitasi perdagangan digital regional," lanjut dia.

Sementara itu, Deloitte Global Lead Client Service Partner Gary Wu menegaskan, teknologi digital memungkinkan seller global berpartisipasi dalam perdagangan global tanpa ada hambatan.

"Perbaikan infrastruktur digital yang berkelanjutan akan secara efektif menyelesaikan dua kendala utama yang mempengaruhi perdagangan lintas batas, yakni logistik dan pembayaran. Teknologi blockchain juga menciptakan ruang imajinasi baru untuk perdagangan digital," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

e-Commerce ini Kuasai Brasil dalam 2 Tahun, Apa Rahasianya?


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading