Internasional

Alert! Microsoft Warning Ancaman China, Iran, Korut & Turki

Tech - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
16 December 2021 13:45
FILE PHOTO: The Microsoft logo is pictured at a service centre in New Delhi, India, April 5, 2018.  REUTERS/Saumya Khandelwal/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa teknologi Amerika Serikat (AS), Microsoft, memberikan peringatan terbaru soal keamanan perangkat lunak yang dikembangkan beberapa perusahaan teknologi. Perusahaan yang didirikan Bill Gates itu mengungkap bahwa ancaman keamanan ini dilakukan oleh kelompok peretas yang terkait dengan pemerintah China, Iran, Korea Utara, dan Turki.

Dalam keterangannya, Microsoft menyebut bahwa peretas Iran yang menggunakan kerentanan memiliki sejarah menyebarkan ransomware. Sementara itu, untuk peretas China, mereka adalah kelompok yang sama di balik kampanye peretasan terhadap perangkat lunak email Microsoft Exchange awal tahun ini.


"Kegiatan dari kelompok peretas asing termasuk eksperimen dengan kerentanan, integrasi ke dalam alat peretasan yang ada dan eksploitasi terhadap target untuk mencapai tujuan aktor," kata Microsoft sebagaimana diwartakan CNN International, Kamis (16/12/2021).

Microsoft juga merinci beberapa kecacatan pertahanan yang dijebol oleh para peretas ini ada pada perangkat lunak berbasis Java yang dikenal sebagai "Log4j". Aplikasi ini digunakan banyak raksasa teknologi global untuk mencatat informasi.

Sebelumnya Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS atau CISA pernah mengungkapkan kecacatan ini. Namun Eric Goldstein, seorang pejabat senior CISA, mengatakan bahwa peretasan itu belum menjangkau jaringan federal pemerintah AS.

Sementara itu, perusahaan keamanan software global, Mandiant, mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan persiapan untuk mengantisipasi serangan hacker lainnya. Mereka menyebut telah mengantongi cara dan tujuan para peretas itu meretas sebuah jaringan.

"Kami telah melihat aktor negara China dan Iran memanfaatkan kerentanan ini, dan kami mengantisipasi aktor negara lain juga melakukannya, atau bersiap untuk melakukannya," kata Wakil Presiden Mandiant John Hultquist.

"Kami percaya para aktor ini akan bekerja dengan cepat untuk menciptakan pijakan di jaringan yang diinginkan untuk menindaklanjuti aktivitas yang mungkin berlangsung selama beberapa waktu," tambahnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

China Ngaku Korban 'Serangan' AS, Ada Apa ini?


(tps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading