Vaksin Pfizer & Moderna Terbaik Buat Booster, Ini Alasannya

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
03 December 2021 19:10
A woman receives Pfizer COVID-19 vaccines by medical staff at Christmas market in Strasbourg, eastern France, Friday, Nov. 26, 2021. France has launched a plan to give COVID-19 booster shots to all adults, as it opted against a further lockdown or curfew to help combat a worrying uptick in infections in the country at Christmas season. (AP Photo/Jean-Francois Badias)

Jakarta, CNBC Indonesia - Semua pihak mencari vaksin mana yang terbaik untuk menjadi booster masyarakat saat ini dan bisa melindungi dari Covid-19. Namun berdasarkan salah satu penelitian di Inggris yang diterbitkan di The Lancet menghasilkan vaksin mRNA yakni Moderna dan Pfizer merupakan yang terbaik.

Penelitian menggunakan tujuh jenis vaksin yang berbeda, yakni AstraZeneca, Pfizer, Johnson&Johnson, Moderna, Novavax, vaksin mRNA dari Curevac dan Valneva.

Sebagian besar booster yang digunakan meningkatkan antibodi setidaknya sebanyak 90% perlindungan dari infeksi. Namun vaksin mRNA dari Pfizer dan Moderna menghasilkan tingkat antibodi yang jauh lebih tinggi dari vaksin lain.


Ahli Imunologi di Universitas Edinburg namun tidak ikut dalam penelitian, Eleanor Riley mengatakan vaksin booster dengan mRNA adalah ide bagus.

"Saya akan mengatakan apapun yang dialami pertama kali, mendapatkan booster mRNA merupakan ide yang bagus," kata Eleanor Riley, dikutip NYTimes, Jumat (3/12/2021).

Sementara itu, vaksin lain juga bekerja cukup baik. "Jika negara atau wilayah Anda hanya punya salah satu vaksin yang kami tunjukkan bisa booster, akan baik-baik saja untuk menggunakannya sebagai booster dan aman melakukannya," jelas rekan penulis studi dan pakar penyakit menular di Universitas Southampton, Saul Faust.

Sebagai informasi, penelitian ini menggunakan 2.878 relawan Seluruhnya sudah mendapatkan dua dosis vaksin AstraZeneca atau Pfizer.

Booster dengan vaksin Pfizer dan Moderna juga dikatakan bekerja dengan baik pada penelitian yang disponsori National Institues of Healths. Ini melihatkan 458 orang dan dibagi menjadi 9 kelompok dengan 50 relawan per kelompoknya.

Mereka awalnya mendapatkan dua dosis Moderna dan Pfizer dan satu dosis J&J, mendapatkan ketiganya untuk booster. Lalu para peneliti menghitung jumlah antibodi pada seluruh orang selama dua minggu dan empat minggu setelah dibooster.

Hasilnya mereka yang mendapatkan vaksinasi penuh dengan Moderna dan vaksin yang sama untuk booster memiliki respon imun terbaik. Ini diikuti dengan Pfizer booster dengan Moderna dan sebaliknya. NPR mencatat peningkatan respon imun dengan vaksin mRNA mungkin terlalu kecil untuk membuat perbedaan dalam perlindungan di sebagian besar kelompok.

Sementara itu untuk temua paling signifikan menunjukkan orang yang awalnya mendapatkan vaksin J&J, akan menghasilkan respon terbaik jika menggunakan Pfizer atau Moderna sebagai booster.

Nathaniel Landau, ahli mikrobiologi di Fakultas Kedokteran Uninversitas New York Grossman mencatat mendapatkan vaksin booster J&J setelah vaksinasi satu dosis di awal "tidak sebaik dibandingkan menerima salah satu vaksin mRNA sebagai booster. Tingkat antibodi orang dalam kelompok itu naik 10-20 kali lebih tinggi dari orang mendapatkan J&J lagi".


[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading