Senjata Rahasia Vaksin Perangi Covid-19 Omicron, Apa Itu?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
03 December 2021 16:15
FILE - In this Monday, March 16, 2020 file photo, a patient receives a shot in the first-stage study of a potential vaccine for COVID-19, the disease caused by the new coronavirus, at the Kaiser Permanente Washington Health Research Institute in Seattle. On Friday, March 20, 2020, The Associated Press reported on stories circulating online incorrectly asserting that the first person to receive the experimental vaccine is a crisis actor. All participants who volunteered for the test were screened and had to meet a set list of criteria. They were not hired as actors to simulate a role. (AP Photo/Ted S. Warren)

Jakarta, CNBC Indonesia - Masih ada harapan dari vaksin untuk bisa memerangi virus. Yaitu dari perlindungan T-Cell yang bisa mencegah orang divaksinasi lengkap untuk tidak sakit para bahkan jika terkena Omicron.

CNBC Internasional menuliskan saat seseorang divaksinasi Covid-19, sistem kekebalan menghasilkan banyak pelindung termasuk sejumlah jenis sel kekebalan yang bekerja sama memerangi virus. Beberapa diantaranya seperti antibodi, sel B memori, dan T cell.

Antibodi merupakan lapisan pertama pertahanan tubuh. Ini akan mengikat dan melapisi permukaan virus untuk mencegah menyerang sel dan mencegah penerima vaksin untuk sakit.


Lapisan berikutnya adalah T-Cell. Ini dikenal sebagai limfosit akan menargetkan dan menghancurkan sel yang terinfeksi virus, dikutip Jumat (3/12/2021).

Subset dari sel ini disebut killer T-Cell akan mencari dan memusnahkan sel yang terinfeksi. Selain juga menghentikan penyebaran infeksi dan mencegah dari sakit parah.

Vaksin yang digunakan mendorong tubuh membuat T-Cell. Penelitian juga menunjukkan respon yang diinduksi vaksin tetap kuat dalam menghadapi mutasi Covid-19, bahkan untuk mutasi gnarly yang bisa lolos dari antibodi.

Ini yang jadi andalan sejumlah ahli sekarang. Salah satuya adalah CEO dan salah satu pendiri BioNTech, Dr. Ugur Sahin. Kepada Wall Street Journal, dia mengatakan Omicron akan kesulitan keluar dari 'respon imun tingkat kedua' dari T-Cell.

Di sisi lain, ada juga yang mengatakan tanpa data yang diukur agak terlalu awal bisa mengetahui dengan tepat seberapa baik T-Cell bisa bertahan melawan Omicron. Menurut Kristian Anderes, ahli imunologi Scripps, belum ada kejelasan seefektif apa T-Cell bisa melidungi manusia dari penularan dan infeksi.

Pilihan lainnya adalah vaksin spesifik untuk varian. Ini sudah direncanakan Pemerintahan Joe Biden dengan Pfizer, Moderna dan Johnson&Johnson.

Moderna menyatakan sedang mengerjakan vaksin yang diformulasikan ulang dan siap dikirim awal 2022, begitu juga dengan J&J yang sedang mengerjakan vaksin khusus Omicron. Sedangkan Pfizer masih menunggu lebih banyak data sebelum bertindak.

Omicron telah menyebar dengan cepat setelah teridentifikasi awal di Afrika Selatan. Amerika Serikat juga telah menyatakan memiliki kasus Omicron di dalam negeri.

Kasus pertama di AS ditemukan di California. Orang itu melakukan perjalanan dari Afrika Selatan ke San Fransisco pada 22 November dan 29 November dinyatakan positif.

Diketahui juga, orang tersebut telah mendapatkan vaksinasi penuh. Namun dia belum mendapatkan dosis ketiga.




[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading