Putin Sudah Coba Vaksin Covid-19 Lewat Hidung, Hasilnya?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
25 November 2021 11:25
Russian President Vladimir Putin attends a cabinet meeting at the Novo-Ogaryovo residence outside Moscow, Russia, Tuesday, Aug. 11, 2020. Putin says that a coronavirus vaccine developed in the country has been registered for use and one of his daughters has already been inoculated. Speaking at a government meeting Tuesday, Aug. 11, 2020, Putin said that the vaccine has proven efficient during tests, offering a lasting immunity from the coronavirus. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan telah menguji coba vaksin Covid-19 lewat hidung yang belum masuk dalam tahap uji klinis. Ini merupakan vaksinasi keempat yang didapatkannya.

Pada Minggu (21/11/2021), Vladimir Putin menerima vaksin booster Sputnik Light buatan Rusia, usai enam bulan setelah dosis kedua vaksin Sputnik V.

Setelah menerima suntikan booster, ia mengajukan diri untuk mengambil bagian dalam pengujian vaksin intranasal (disemprot lewat hidung) yang dikembangkan oleh Gamaleya Center, ujar Putin, seperti dikutip dari CNNInternational, Kamis (25/11/2021).


Putin mengatakan dia "tidak merasakan apa-apa" setelah vaksinasi intranasal. "Hari ini, setelah dua prosedur ini -- suntikan dan semprot hidung -- saya sudah berolahraga pagi ini. Jadi saya bisa bersaksi bahwa semuanya berkembang seperti yang dikatakan para ilmuwan kami," kata Putin.

Pada pertengahan Oktober, Kementerian Kesehatan Rusia menyetujui uji klinis vaksin Sputnik V disemprotkan melalui hidung yang dikembangkan oleh Gamaleya Center, menurut RIA Novosti.

Gamaleya masih menguji kemanjuran vaksin lewat hidung ini, menurut wakil direktur Gamaleya, Denis Logunov. "Saya harus mengakui bahwa pada dasarnya ini adalah administrasi off-label, seperti biasa, kami mengujinya pada karyawan kami," kata Logunov kepada Putin dalam percakapan televisi setelah memberikan booster vaksin pada hari Minggu.

Putin menanggapi dengan bertanya kepada Logunov apakah dia bisa "mengambil bagian dalam eksperimen ini."

Logunov mengatakan bentuk intranasal dikembangkan untuk "menginduksi kekebalan penghalang," untuk Covid-19, "mengacu pada organ kekebalan kita yang terletak di hidung dan faring."

"Kita juga tahu bahwa vaksin yang diberikan melalui metode parenteral, atau injeksi intramuskular, efektif, tetapi mereka memiliki kemampuan terbatas untuk menginduksi kekebalan dari apa yang disebut infeksi terobosan (sudah divaksin penuh tetapi masih terinfeksi Covid-19) dan penyakit simtomatik. Kita perlu memberikan agen melalui selaput lendir untuk menginduksi kekebalan penghalang."

Menurut Logunov, vaksin sempot lewat hidung "hanya perlu sedikit penyelesaian kemudian akan masuk ke uji klinis, dan setelah itu, kami tentu berencana untuk memulai peluncuran vaksin baru." Menurutnya "vaksin ini nyaman, tanpa rasa sakit, dengan efek samping yang minimal," katanya.

Saat ini baru 42,4 juta penduduk Rusia sudah mendapatkan vaksinasi penuh. Total populasinya mencapai 146 jut orang. Dalam beberapa pekan terakhir Rusia sedang bergelut dengan lonjakan infeksi Covid-19. Universitas Johns Hopkins mencatat 262.733 warga Rusia meninggal akibat Covid-19.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading