Ambisi China 'Super Niat' untuk Hancurkan Bitcoin Cs

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
23 November 2021 07:25
Area pabrik kertas di Quebec, Kanada 'disulap' menjadi pusat penambangan mata uang kripto (cryptocurrency) di tengah tren Bitcoin. (dok. REUTERS/Christinne Muschi) Foto: REUTERS/Christinne Muschi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah China ingin mematikan aktivitas yang berkaitan dengan cryptocurrency atau uang kripto di China. Berbagai aksi keras pun dilakukan.

Manuver terbarunya adalah membekukan sejumlah outlet berita yang berfokus pada pemberitaan soal uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum. Chainnews mengatakan pada Senin (15/11/2021), situs webnya akan menangguhkan layanan dalam delapan hingga 10 jam. Alasannya untuk peningkatan pemeliharaan.

Namun dilaporkan South China Morning Post beberapa hari setelahnya situs itu masih tidak aktif dari dalam maupun luar China, dikutip Selasa (23/11/2021).


Nasib serupa dialami juga oleh Odaily. Situs itu menginformasikan mengenai cryptocurrency dan token yang dilaporkan telah offline selama beberapa hari. Sebelumnya pada Juni, akses ke sejumlah akun yang berkaitan dengan cryptocurrency diblokir. Bahkan pemerintah China melabeli tiap akun itu 'melanggar hukum dan aturan'.

Langkah lainnya, mematikan semua aktivitas penambangan Bitcoin dan sejenisnya. Juru Bicara National Development and Reform Commission (NDRC) Meng Wei mengatakan pihaknya akan meluncurkan tindakan keras "skala penuh" pada penambangan cryptocurrency dengan berfokus pada penambangan komersial dan peran perusahaan milik negara dalam industri.

Meng Wei menyebut penambangan uang kripto sebagai aktivitas "memakan banyak energi" dan memproduksi banyak emisi karbon". Praktik ini mengancam rencana China untuk mengurangi emisi karbon.

Meng Wei juga menyebut produksi dan perdagangan kripto menghasilkan "risiko yang besar" dan menyebut industri kripto sebagai "buta dan tak teratur", seperti dikutip dari CNNInternational.

Sebagai bagian tindakan tegas, NDRC bakal menaikkan tarif listrik untuk institusi mana pun yang ditemukan menyalahgunakan akses ke listrik bersubsidi untuk berpartisipasi dalam penambangan kripto. China diketahui memberikan subsidi tarif listrik pada sekolah, pusat komunitas atau lembaga kesejahteraan masyarakat lainnya.

Tahun ini China memang mengambil tindakan tegas pada cryptocurrency. Pada Mei lalu China melarang lembaga keuangan dan fintech memfasilitasi transaksi cryptocurrency apapun.

Bank Sentral China pun mengancam akan memberikan sanksi tegas bagi platform penukaran kripto yang memafasilitas transaksi warga China. Bank Sentral China menyebut kegiatan itu ilegal.

Selain mengancam rencana pemerintah mengurangi emisi karbon, China menganggap cryptocurrency mengandung risiko keuangan besar dan sebagai cara warga menghindari kontrol pemerintah yang ketat atas modal.

Pembatasan mata uang terdesentralisasi seperti bitcoin juga muncul saat pemerintah meluncurkan versi digital yuan, yang akan memungkinkan bank sentral China melakukan kontrol lebih besar atas aliran dan pertukaran uang.


[Gambas:Video CNBC]

(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading