Exoplanet Baru Ditemukan, Durasi Setahun Jadi Tiga Hari

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
23 November 2021 07:05
NASA's Juno spacecraft captures Jupiter's southern hemisphere, as the spacecraft performed its 13th close flyby of Jupiter on May 23, 2018. Picture taken May 23, 2018. NASA/JPL-Caltech/SwRI/MSSS/Kevin M. Gill/Handout via REUTERS

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah planet di luar tata surya (exoplanet) berhasil ditemukan dengan ciri unik. Planet ini memiliki durasi satu tahun hanya tiga hari saja.

Temuan tersebut ditemukan sekelompok astronom dari Physical Reserch Laboratory (PRL) di Ahmedabad India. Tim tersebut dipimpin oleh Prof. Abhijit Chakraborty dengan peneliti menggunakan spektograf serat optik PRL Advanced Radial-velocity-abu-sky search (PARAS).

Planet yang disebut TOI 1789b atau HD 82139b ditemukan mengorbit pada bintang dengan massa 1,5 dari Matahari. Letaknya adalah 725 tahun cahaya.


"Pengukuran ini dilakukan antara Desember 2020 dan Maret 2021. Pengukuran tindak lanjut juga diperilah dari spektograf TCES dari Jerman pada April 2021 dan pengamatan fotometrik independen dari teleskop 43 sentimeter PRL di Gunung Abu," kata badan antariksa India ISRO, dikutip Digital Trends, Selasa (23/11/2021).

Planet tersebut memiliki ukuran 1,4 kali dari Jupiter dengan 70% dari massanya. Durasi TOI 1789b mengorbit pada bintang hanya 3,2 hari membuat planet ini sangat dekat atau berjarak 0,05 kali antara Bumi dan Matahari.

Temuan tersebut membuat planet tersebut disebut jenis Hot Jupiter. Suhu planet juga sangat panas yakni mencapai 1727 celcius atau mampu melelehkan besi.

Dilaporkan juga planet mengembang sehingga kepadatannya sangat rendah. Sehingga membuatnya lebih besar dari Jupiter walaupun punya massa lebih kecil.

Planet Hot Jupiter lain telah ditemukan menggunakan instrumen seperti ecoplanet NGTS-10b. Ini ditemukan sebagai bagian dari Next-Generation Transit Survet (NGTS) atau KELT-9b, exoplanet yang terpanas dengan suhu permukaan mencapai 7.800 farenheit atau 4.325 derajat celcius.

Dengan mempelajari planet Hot Jupiter ini bisa membantu para astronom memahami bagaimana sistem planet terbentuk serta berevolusi.

"Deteksi sistem semacam ini meningkatkan pemahaman kita mengenai berbagai mekanisme yang bertanggung jawab akan inflasi di Hot Jupiter dan pembentukan serta evolusi sistem planet di sekitar bintang yang berevolusi dan menua," jelas ISRO.


[Gambas:Video CNBC]

(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading