Menkes Dorong Warga RI Divaksin AstraZeneca & Pfizer, Kenapa?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
22 November 2021 18:10
Pengunjung mall mengikuti vaksinasi Pfizer dari Puskesmas Kecamatan Cilandak di Mall Cilandak Town square, Jakarta, Selasa, 31/8.  Puskesmas Kecamatan Cilandak menggelar program vaksinasi tersebut untuk masyarakat umum. Proses penyuntikan vaksin mulai pukul 08.00 WIB hingga kuota habis sebanyak 500 orang. Informasi pendaftaran vaksinasi itu didapat dari unggahan di akun Instagram @puskesmaskecamatancilandak, pada Rabu, 25 Agustus 2021. Khusus untuk vaksin hari ini, Kamis, 26 Agustus 2021, pendaftaran bisa dilakukan dengan mengakses link https://www.serbuanvaksin24.org. Dalam surat Dinkes DKI juga menjelaskan sejumlah syarat untuk mendapatkan vaksin Pfizer. Diantaranya, dialokasikan untuk masyarakat umum yang belum pernah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis 1 maupun dosis 2. Kemudian, sasaran juga termasuk bagi ibu hamil, ibu menyusui, masyarakat yang memiliki kondisi immunocomprised seperti autoimun, komorbid berat, penyakit kronis dan gangguan imunologi lainnya.(CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mendorong masyarakat Indonesia mau divaksinĀ Covid-19 dengan jenis selain Sinovac yakni AstraZeneca dan Pfizer. Dalam tiga minggu terakhir laju penyuntikkan vaksin di Indonesia cenderung menurun.

Dia mengatakan ini terjadi karena beberapa hal. "Salah satunya Sinovac sudah mulai menurun [jumlah pasokannya] diganti AstraZeneca dan Pfizer," kata Budi, Senin (22/11/2021).

"Dua vaksin sama amannya efikasi lebih tinggi. Tapi karena baru masyarakat masih ragu."


Masyarakat yang belum divaksin, terutama lansia untuk mau melakukan vaksinasi, apapun jenis vaksinnya. Menurutnya jangan sampai kenaikan kasus yang terjadi di Eropa juga terjadi di Indonesia.

Menurutnya jika terjadi demam pasca vaksinasi itu merupakan hal biasa. Hal yang sama juga terjadi saat kecil diberikan vaksin cacar.

"Memang ada demam, sama seperti vaksin cacar waktu kecil ada demam. Tidak usah khawatir vaksin-vaksin ini terbukti aman. Jangan sampai terjadi di Eropa terjadi di Indonesia," jelas Budi.

Dalam kesempatan yang sama dia juga mengabarkan per Minggu (21/11/2021) sudah ada 225 juta dosis yang diberikan. Untuk dosis pertama kepada 134,5 juta orang dan 89,3 juta orang mendapatkan vaksinasi lengkap.

Sementara stok vaksin total keseluruhannya adalah 287 juta dosis. Jumlah yang telah didistribusikan sebanyak 273 juta dosis.

"Stok vaksin kita ada 287 juta dosis, 273 juta sudah dikirim ke daerah, 50 juta stok vaksin cukup satu bulan," kata Budi.


[Gambas:Video CNBC]

(npb/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading