Kacau! Suhu di Asia & Afrika Bakal Sentuh 60 Derajat Celcius

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
16 November 2021 10:36
A temperature indicator measures 41.0 degrees Celsius in Kumagaya, north of Tokyo, Japan, in this photo taken by Kyodo July 23. 2018.  Mandatory credit Kyodo/via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. MANDATORY CREDIT. JAPAN OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN JAPAN.

Jakarta, CNBC Indonesia - Suhu di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara dapat menyentuh angka 60 derajat celcius. Bahkan diprediksi bisa lebih panas dari angka tersebut.

Kawasan MENA (Middle East and North Africa) itu diprediksi mengalami gelombang panas karena perubahan iklim (climate change) yang terjadi.

Gelombang panas menyebabkan kekurangan air di wilayah tersebut. Selain juga tidak bisa menanam makanan karena cuaca dan kekeringan ekstrem, lonjakan kematian dan masalah kesehatan.


"Berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan, panas terik akan berpotensi mengancam jiwa manusia," tulis para ilmuwan, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (16/11/2021).

Studi terbaru Nature menemukan tahun 2100 mendatang ada 600 juta penduduk atau 50% dari populasi wilayah bisa mengalami peristiwa cuaca super ekstrem. Ini terjadi bila gas rumah kaca saat ini terus berlanjut.

"Kami mengantisipasi bahwa suhu maksimum selama gelombang panas di beberapa pusat perkotaan dan kota-kota besar di MENA dapat mencapai atau bahkan melebihi 60°C, yang akan sangat mengganggu masyarakat".

Penulis utama penelitian, George Zittis mengatakan peningkatan bahaya terjadi saat kelembaban lebih tinggi pada peningkatan penguapan laut.

"Tekanan panas selama musim panas akan mencapai atau melebihi ambang batas kelangsungan hidup manusia, setidaknya di beberapa bagian wilayah dan untuk bulan-bulan terpanas," jelasnya.

Suhu panas ini akan terjadi di sejumlah pusat kota wilayah tersebut. Mulai dari Dubai, Abu Dhabi, Doha, Dhahran dan Bandar Abbas. Selain itu, imbas suhu panas akan terjadi di banyak negara. Seperti kesulitan air, ini terjadi di lebih dari 12 juta orang di Suriah dan Irak.

Di sana juga terjadi kesulitan makanan dan listrik, tingkat curah hujan rendah dan kekeringan. Seluruh wilayah mengalami kekurangan air minum dan pertanian.

Bahkan diprediksi kelangkaan air bisa menjadi beban keuangan. Pemerintah MENA akan merugi 7-14% dari produk domestik bruto tahun 2050.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Prediksi Menakutkan Ancaman yang Lebih Ngeri dari Covid-19


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading