Produk Lokal Melesat, Inisiatif Tokopedia Dinilai Efektif

Tech - Eqqi Syahputra, CNBC Indonesia
18 October 2021 11:25
Ilustrasi UMKM. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Minat masyarakat terhadap produk lokal terus meningkat, terutama selama masa pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari jumlah transaksi yang dilakukan melalui saluran belanja online atau e-commerce.

Dalam survei MarkPlus melalui penelitian kualitatif dengan kuesioner terstruktur, tercatat terdapat peningkatan penjualan produk lokal di kanal online secara signifikan. Meski angka minat dan transaksi produk lokal naik drastis, hanya 18% UMKM di Indonesia yang sudah beradaptasi dengan platform penjualan digital.

Terkait hal ini, tokoh Asosiasi E-commerce Indonesia, Ignatius Untung, mengatakan hampir semua e-commerce sebenarnya sudah punya etalase khusus yang berisi produk lokal. Adanya etalase atau bagian khusus untuk produk lokal membuat pembelanjaan semakin mudah. Salah satu e-commerce lokal yang berinisiatif mendesain etalase produk lokal secara khusus yakni Tokopedia.


"Tapi kalau saya lihat, e-commerce lokal seperti Tokopedia benar-benar punya inisiatif yang baik untuk mendorong perkembangan produk-produk lokal. Bisa dilihat bahwa setidaknya di platform tersebut semua penjualnya dari Indonesia, tidak ada yang dari luar," ujar Ignatius dalam keterangan tertulis, Jumat (15/10/2021).

Sebelumnya, Head of High-Tech, Property & Consumer Goods MarkPlus, Inc sekaligus peneliti dalam riset ini, Rhesa Dwi Prabowo mengatakan survei MarkPlus ini juga menunjukkan sejumlah alasan responden memilih platform e-commerce yang dinilai paling mendukung pertumbuhan produk lokal/UMKM.

"Menurut responden, Tokopedia menjadi pilihan utama karena menyediakan kategori khusus toko UMKM pilihan pada e-commerce tersebut (65%) dan banyak mempromosikan produk lokal di berbagai program promosinya (48,6%)," ujar Rhesa, dalam Acara Peran E-commerce dalam Mendukung Merek Lokal Selama Pandemi, Kamis (14/10/2021)

Rhesa menambahkan, ada lima produk lokal favorit konsumen e-commerce Indonesia yaitu fesyen 63,8%, makanan & minuman 49,4%, produk rumah tangga 48,2%, mainanĀ  dan hobi 40,6%, serta produk ibu & bayi 36,2%.

"Kecenderungan konsumen membeli produk lokal makin meninggi didorong beberapa faktor, di antaranya selama pandemi, pemasaran online menjadi fokus bagi para pelaku usaha produk lokal menggencarkan pemasaran dan mempromosikan produk di media sosial dan e- commerce, mengikuti berbagai program e-commerce, serta membuat berbagai konten yang menarik," tambah Rhesa.

Sementara itu, Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM, Tubagus Fikri Chikara Satari, mengungkapkan target pemerintah pada 2040 yaitu 30 juta UKM akan on boarding untuk digitalisasi. Hal ini kemudian ditindak lanjuti oleh Kemenkop UKM dengan menggelar beragam program kemitraan dan pendampingan yang melibatkan universitas, asosiasi, online delivery platform, serta jejaring ritel termasuk e-commerce.

"Strategi kita mengkonsolidasi usaha mikro ini adalah dengan mendorong UKM dan juga industri usaha besar agar menjadi mitra, konsolidator, dan agregator," pungkas Fiki.

Sebagai informasi, persentase pembagian alasan responden dalam memilih Tokopedia sebagai platform yang mendukung produk lokal didasarkan pada ragam program yang dinilai menguntungkan pelanggan seperti diskon untuk produk lokal (75,7%) serta sering digelarnya program yang menampilkan berbagai produk lokal (42,7%).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tokopedia Tutup Puluhan Ribu Toko Vitamin-Masker Palsu!


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading