Baru 25% Warga Sumbar Divaksin, Menkes Turun Gunung

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
13 October 2021 19:10
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Saat Konferensi Pers PPKM, Jakarta,11 Oktober 2021. (Tangkapan Layar Youtube Skretariat Presiden) Foto: Menteri Kesehatan BudiĀ Gunadi Sadikin Saat Konferensi Pers PPKM, Jakarta,11 Oktober 2021. (Tangkapan Layar Youtube Skretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hingga 10 Oktober 2021, tercatat baru 1.114.877 warga Sumatera Barat yang mendapatkan dosis vaksin Covid-19 pertama atau 25,29%. Padahal target vaksin di wilayah tersebut mencapai 4.408.509 orang.

Sementara warga Sumbar yang telah mendapatkan dosis lengkap sebanyak 568.327 orang. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin minta untuk capaian itu bisa ditingkatkan lagi.

Kalau saya lihat, di Sumbar target yang divaksinasi ada 4,4 juta yang sudah divaksinasi dosis pertama 1,1 juta, dosis kedua sekitar 560 ribu. Jadi saya minta tolong semua diajak untuk divaksinasi, ini bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga orang lain," kata Budi dikutip dari laman Sehat Negeriku, Rabu (13/10/2021).


BGS menambahkan cara untuk meningkatkan target vaksinasi adalah dengan meyakinkan diri sendiri pada vaksin Covid-19. Setelah itu yakinkan orang sekitar soal manfaat vaksin dan dampak para penerima, tak lupa untuk mengajak mendapatkan vaksin.

Dengan metode tersebut, Budi yakin masyarakat siap sedia untuk divaksinasi. Yakni setelah melihat orang sekitarnya telah divaksinasi.

"Saya harapkan yang sudah divaksinasi mengajak orang-orang terdekatnya juga untuk divaksin, karena itu penting. Semakin banyak yang divaksin, makin naik antibodinya. Tingkat keparahan akan turun," ungkapnya.

Selain soal vaksinasi, Budi juga mengingatkan soal kegiatan 3T yaitu tracing, testing dan treatment. Di saat bersamaan juga melakukan protokol kesehatan 3M untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Menurutnya persiapan semua ini harus dilakukan sebelum awal tahun depan. "Vaksinasi dipercepat, prokes dijalankan, surveilans dipercepat, itu yang perlu kita siapkan sebelum Januari," kata dia.

Sebelumnya saat keterangan pers hari Senin lalu, Budi mengatakan pemerintah akan melakukan survey prevalensi antibodi masyarakat. Menurutnya ini didasarkan pada fakta penurunan kasus sebab banyak masyarakat yang sudah mendapatkan kekebalan buatan (vaksinasi) ataupun alamiah karena sembuh dari Covid-19.

"Nanti hasil survei ini yang diharapkan selesai pertengahan Desember bisa memberi gambaran lengkap kondisi kekebalan atau kondisi antibodi rakyat kita di 34 provinsi dan menjadi basis penyusunan kebijakan ke depan," kata BGS.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading