Duh! Gegara Bitcoin Cs, Negara Ini Terancam Blackout

Tech - NBP, CNBC Indonesia
11 October 2021 16:15
Area pabrik kertas di Quebec, Kanada 'disulap' menjadi pusat penambangan mata uang kripto (cryptocurrency) di tengah tren Bitcoin. (dok. REUTERS/Christinne Muschi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Aktivitas penambangan (mining) cryptocurrency ilegal berisiko menyebabkan pemadaman listrik baru di musim dingin ini di Iran. Peringatan ini dikeluarkan oleh Perusahaan listrik Iran.

Penambangan cryptocurrency ilegal disebut akan menyebabkan setidaknya "10% pemadaman listrik musim dingin ini," ujar perusahaan listrik Iran kepada kantor berita IRNA, seperti dikutip dari AFP, Senin (11/10/2021).

Perusahaan listrik Iran juga menyebut 20% pemadaman listrik yang terjadi selama musim panas juga diakibatkan aktivitas penambangan uang kripto ilegal.


Iran merupakan salah satu negara pertama di dunia yang melegalkan penambangan Bitcoin dan cryptocurrency lainnya pada September 2018. Penambang resmi harus memiliki lisensi khusus yang diterbitkan pemerintah.

Pemerintah Iran mengatakan pada Mei lalu, aktivitas penambangan ilegal biasanya memiliki akses ke listrik bersubsidi dan mengkonsumsi listrik enam atau tujuh kali lebih banyak dari penambang yang memiliki izin.

Dampak dari aktivitas ilegal ini, pemerintah Iran mengumumkan larangan sementara semua aktivitas penambangan cryptocurrency. Larangan tersebut dicabut pada September 2021.

Menambang cryptocurrency adalah proses penciptaan Bitcoin dan uang kripto lainnya dengan cara memecahkan kode matematika rumit. Aktivitas ini menghabiskan banyak listrik karena perangkat harus bekerja selama 24 jam selama tujuh hari.

Sekitar 19.500 Bitcoin ditambang di Iran setiap tahun. Adapun dunia menghasilkan 324.000 Bitcoin per tahun. Sementara 700 Bitcoin diperdagangkan di Iran.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading