Peneliti Sebut Bumi Semakin Redup, Ada Masalah Apa?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
06 October 2021 11:43
Italia dan Pulau Sisilia (9/6/2019). (Johnson/Nasa)

Stasiun Luar Angkasa Internasional sedang mengorbit 255 mil di atas Laut Mediterania ketika seorang awak Ekspedisi 59 yang mencari di barat laut mengambil foto Italia dan pulau Sisilia ini.

Jakarta, CNBC Indonesia - Bumi sudah tak secerah dulu. Penelitian yang dipublikasikan di Geophysical Research Letters menunjukkan planet ini semakin gelap. Menurut para peneliti penyebab masalah ini adalah perubahan iklim dan pergantian iklim secara natural.

Studi ini melihat dari earthshine, yakni cahaya yang dipantulkan planet dan memancarkan cahaya redup di permukaan Bulan. Tim peneliti menggunakan data earthshine selama dua dekade yang dikumpulkan oleh Big Bear Solar Observatory menggunakan teleskop tipe spesial untuk melihat Bulan.

Big Bear Solar Observatory menghitung secara akurat peristiwa earthshine 40% dari planet, yang mencakup wilayah Pasifik dan Amerika Utara. Waktu terbaik untuk melihat earthshine adalah saat Bulan Sabit dan Bulan Sabit Akhir.


Mereka menganalisa data sekitar 800 malam selama hampir 20 tahun antara 1998 hingga 2017. Terlihat adanya penurunan cahaya kecil namun cukup signifikan, dikutip dari Gizmodo, Rabu (6/10/2021).

Memang terdapat pergantian tahun ke tahun, namun penelitian itu mencatat peristiwa ini 'cukup meredam, dengan adanya penurunan jangka panjang mendominasi seri waktu'.

Para peneliti menggunakan data satelit untuk melihat alasan mengapa Bumi menjadi lebih gelap. Earthshine sendiri dipantulkan melalui tanah, es, awan dan laut terbuka. Studi menemukan hilangnya awan di wilayah Pasifik sebagai alasan hilangnya cahaya Bumi.

"Penurunan albedo (proporsi cahaya datang atau radiasi yang dipantulkan permukaan) sangat mengejutkan saat kami menganalisa data tiga tahun terakhir dari 17 tahun albedo hampir datar," ucap peneliti di New Jersey Institute of Technology dan pemimpin studi ini, Philip Goode.

Karena data yang digunakan selama 20 tahun, ini juga termasuk siklus dua gerhana. Matahari melewati periode 11 tahun pada penurunan dan peningkatan aktivitas, dan menyangkal penjelasan iklim untuk perubahan iklim.

"Data kami tidak mendukung argumen untuk jejak terdeteksi mekanisme aktivitas pada pemantulan Bumi selama dua dekade terakhir," ungkap tim peneliti. Artinya yang semakin redup Bumi bukan Matahari.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading