Investasi ke Bank Jago, Ini Cerita Ribbit Ubah Besi Jadi Emas

Tech - dob, CNBC Indonesia
04 October 2021 10:45
Bank Jago. Dok: Bank Jago

Jakarta, CNBC Indonesia- Modal ventura yang berbasis di Silicon Valley, AS mengumumkan telah melakukan investasi di PT Bank Jago Tbk (ARTO), bank digital pertama di Indonesia. Kabar ini mengonfirmasi sejumlah rumor yang beredar sebelumnya bahwa ada investor strategis baru yang masuk ke ARTO.

Namun, siapakah Ribbit Capital yang berani masuk ke ARTO yang dinilai oleh banyak kalangan value investing telah memiliki valuasi yang mahal?

Berdasarkan informasi dari situs resminya, Ribbit Capital adalah didirikan pada 2021 dan gencar berinvestasi di perusahaan startup, terutama di sektor keuangan. Sesuai dengan misinya, to change the world of finance, Ribbit memilih investasi pada perusahaan-perusahaan yang berpotensi melakukan disrupsi terhadap industri keuangan.


Berdasarkan data Crunchbase, Ribbit sudah menggelar 11 kali putaran pendanaan dengan total dana yang dihimpun mencapai US$ 1,3 miliar, atau senilai Rp 18,85 triliun.

Secara keseluruhan, Ribbit sudah melakukan 161 kali investasi dengan 55 di antaranya merupakan lead-investment. Sementara itu, versi CB Insights dan Pitchbook, jumlah investasi yang dilakukan Ribbit mencapai 190 dan 250. Sebagian portofolio RIbbit merupakan perusahaan fintech.

Ribbit bisa dikatakan memiliki success story menyulap besi menjadi emas. Contohnya pada 2013, Ribbit memimpin pendanaan senilai US$30 juta di Credit Karma, perusahaan penyedia credit scoring. Saat itu Credit Karma baru memiliki 11 juta customer.

Pada 2020, Intuit mengakuisisi Credit Karma senilai US$8,1 miliar - kombinasi tunai dan saham. Pada 2020, Credit Karma sudah memiliki 110 juta customer.

Kesuksesan Ribbit tidak lepas dari kepiawaian foundernya, Meyer "Micky" Malka. Besar di Venezuela, negara yang lama menderita akibat embargo ekonomi, Micky merupakan salah satu pendiri waralaba Wendy's di Venezuela.

Saat berumur 19 (1993), dia sudah memulai mengembangkan brokerage saham. Lima tahun (1998) kemudian mendirikan Patagon, broker saham online pertama di Amerika Latin. Patagon kemudian melakukan ekspansi ke pasar Amerika Serikat dan memikat bank terbesar di Spanyol, Banco Santander. Pada 2000, Banco Santander mengakuisisi Patagon senilai US$750 juta.

Di 2002, Micky mendirikan Banco Lemon di Brazil yang fokus melayani populasi underbank di sana. Tujuh tahun kemudian, Banco Lemon diakuisisi Banco do Brasil, bank terbesar di Amerika Latin.

Selain mendirikan Ribbit, Micky juga merintis perusahaan investasi Meck Ltd yang berbasis di Santiago,Chile. Berbeda dengan Ribbit, Meck menyasar perusahaan yang sudah menghasilkan keuntungan dengan operasi terfokus di Amerika Latin dan Amerika Serikat.

Diikuti oleh Warren Buffett

Dari sejumlah investasi yang menarik yang dilakukan Ribbit terdapat satu perusahaan yang menarik perhatian, yakni Nubank. Didirikan pada 2013, Nubank mendapat pendanaan tahap awal pada 2014 sebanyak US$ 2 juta dari Sequoia Capital dan Kaszek Ventures. Ribbit baru berpartisipasi pada 2018, di pendanaan seri E dengan total pendanaan US$150 juta.

Setelah Ribbit masuk, perusahaan investasi Berkshire Hathaway yang dikendalikan oleh Warren Buffett juga masuk ke Nubank. Investasi dilakukan pendanaan seri G dengan Berkshire Hathaway sebagai salah satu Lead Investors.

Investasi Berkshire Hathaway tentu saja mencengangkan. Bagaimana bisa seorang Warren Buffett yang terkenal sebagai value investing mau menanam duit di perusahaan yang masih rugi?

Nubank saat ini memiliki 35 juta nasabah dan memperluas wilayah operasinya ke Meksiko, Kolombia, dan Argentina. Nubank dinilai mencatat pertumbuhan yang pesat sehingga menarik minat banyak investor kakap. CNBC bahkan menobatkan Nubank sebagai 1 dari 50 disruptor companies.

Ketika masuk ke Bank Jago, Managing Partner Ribbit Capital Micky Malka, mengatakan pihaknya menyaksikan revolusi perbankan digital di seluruh dunia. Sementara Bank Jago adalah fully digital bank pertama di Indonesia dan telah membuat kemajuan luar biasa dalam mengembangkan layanan perbankan digital bagi masyarakat.

"Bank Jago memiliki komitmen yang sangat kuat untuk melayani nasabah melalui produk perbankan digital dengan teknologi mumpuni yang setara dengan pemain global. Kami senang sekali dapat berpartisipasi dalam perjalanan ini." katanya, Senin (4/10/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading