Pesan 'Cinta' Elon Musk ke Biden & Xi Jinping Soal Bitcoin

Tech - rah, CNBC Indonesia
30 September 2021 08:30
FILE PHOTO: Tesla Motors CEO Elon Musk talks at the Automotive World News Congress at the Renaissance Center in Detroit, Michigan, U.S., January 13, 2015. REUTERS/Rebecca Cook/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Tesla Elon Musk angkat bicara soal rencana pemerintah Amerika Serikat (AS) yang ingin mengatur cryptocurrency seperti Bitcoin. Ia menyarankan agar pemerintahan Joe Biden tidak meregulasi pasar uang kripto.

Ini merupakan jawaban Elon Musk menanggapi pertanyaan kolumnis New York Times Kara Swisher dalam event Code Conference di Beverly Hills, California seperti dilaporkan CNBC International, Kamis (30/9/2021).

"Menurut saya sangat tidak mungkin menghancurkan uang kripto, tetapi sangat mungkin bagi pemerintah untuk memperlambat pengembangan uang kripto," ungkap Elon Musk. "Saya mengatakan [kepada pemerintah AS], jangan lakukan itu."


Pada Februari 2021, Tesla mengumumkan telah berinvestasi di Bitcoin sebesar US$1,5 miliar. Pada laporan keuangan kuartal II-2021, nilai investasi itu telah naik menjadi US$2,5 miliar karena kenaikan harga Bitcoin.

Elon Musk memang dikenal sebagai salah satu pendukung uang kripto. Dukungan ini sering disampaikannya melalui akun twitter pribadinya. Menurutnya uang kripto berpotensi mengurangi "kesalahan dan latensi" dalam sistem uang lama. Tetapi dia mengaku uang kripto tidak memiliki semua jawaban untuk penyakit masyarakat.

"Saya tidak akan mengatakan bahwa saya ahli cryptocurrency ulung," kata Musk. "Saya pikir ada beberapa nilai dalam cryptocurrency, tetapi saya tidak akan mengatakan seperti kedatangan Mesias yang kedua."

Musk juga membahas peran China dalam penambangan dan regulasi crypto. Pekan lalu,bank sentral China menjabarkan langkah-langkah yang lebih tegas dalam menindak cryptocurrency yang lebih luas, termasuk sistem yang ditingkatkan untuk memantau transaksi terkait kripto.

Dia mengatakan kemungkinan besar ada hubungannya dengan masalah pembangkit listrik yang signifikan di negara tirai bambu tersebut. Elon Musk mengatakan penambangan kripto kemungkinan berperan pada masalah kekurangan dan naiknya permintaan listrik di China.

"Sebagian mungkin sebenarnya karena kekurangan listrik di banyak bagian China," kata Musk. "Banyak daerah di China Selatan saat ini mengalami pemadaman listrik secara acak, karena permintaan listrik lebih tinggi dari yang diharapkan."

Menurutnya, pada tingkat yang lebih tinggi, sifat mata uang kripto yang terdesentralisasi dapat menghadirkan tantangan bagi pemerintah China.
"Saya kira cryptocurrency pada dasarnya ditujukan untuk mengurangi kekuatan pemerintah terpusat," kata Musk. "Mereka tidak suka itu."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Elon Musk & Janet Yellen Lagi Cemas Lihat Bitcoin, Ada Apa?


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading