Usai Larang Bitcoin Cs, Xi Jinping Buru Penambang Uang Kripto

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
20 September 2021 16:25
Area pabrik kertas di Quebec, Kanada 'disulap' menjadi pusat penambangan mata uang kripto (cryptocurrency) di tengah tren Bitcoin. (dok. REUTERS/Christinne Muschi)

Jakarta, CNBC Indonesia - China terus melakukan pemburuan pada penambang kripto di negara itu. Ini nampaknya jadi tindak lanjut tindakan keras pemerintah Xi Jinping atas kripto untuk mengurangi emisi karbon negara itu.

Para penambang disebut menyamarkan operasional mereka menjadi sebuah lembaga penelitian dan pusat data (data center), dikutip Nypost, Senin (20/9/2021).

Berdasarkan laporan Bloomberg, pihak berwenang di sejumlah provinsi telah melakukan inspeksi dengan intensif pada sejumlah tempat. Beberapa diantaranya adalah perguruan tinggi, laboratorium penelitian, pusat data dan situs potensial lain yang bisa menyembunyikan tempat penambangan.


Peningkatan pemburuan kali ini salah satunya karena kekhawatiran pihak berwenang atas pasokan listrik jelang cuaca dingin, ungkap Bloomberg.

Setelah melakukan Penindakan beberapa waktu lalu, sejumlah taipan penambang kripto China telah meninggalkan negara itu. Mereka menuju negara seperti Kazakhstan, Kanada, negara bagian Texas serta daerah dengan daya murah dan aturan yang lebih ramah.

Sementara itu sejumlah pengguna kripto lain dihukum atas tudingan penipuan dan pencucian uang.

Namun mereka yang bertahan di China memutar otak untuk tetap bisa beroperasi. Bloomberg menyebut mereka makin pandai untuk menghindari otoritas.

Kepada Bloomberg, salah seorang penambang menyebut secara teratur memindahkan rig penambangnya. Ini dilakukan agar pekerjaannya sulit untuk dilacak oleh pihak berwenang.

Sementara itu dalam pernyataan minggu lalu, otoritas di provinsi Hebei mendesak perusahaan untuk dengan ketat mencegah penggunaan data komputasi sistem dalam keterlibatannya dengan penambangan mata uang virtual ilegal.

Pemerintah juga menyebut soal penambangan yang mengkonsumsi energi besar dan bertentangan dengan tujuan negara.

"Penambangan mata uang virtual mengkonsumsi energi yang sangat besar, bertentangan dengan tujuan negara saya yakni netralitas dan puncak karbon," ungkap Lembaga tersebut.

"Proliferasi dan Penyebaran nya akan mempengaruhi pembangunan ekonomi dan sosial secara secara langsung mengancam keamanan nasional".

China merupakan pasar yang 'sibuk' untuk penambangan bitcoin, dengan 46% penambang dunia berasal dari sana. Ini terjadi sebelum pemerintah melakukan tindakan tegas sekitar Mei 2021 ini.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading