Mereka yang Mau Bitcoin Dibunuh....

Tech - Tim Redaksi, CNBC Indonesia
19 September 2021 20:00
An alleged infiltrated paints a graffiti on a bank during a protest against the use of Bitcoin as legal tender and legal reforms to extend president Nayib Bukele's term in San Salvador, El Salvador, September 15, 2021. REUTERS/Jose Cabezas

Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak semua pihak optimistis akan masa depan uang kripto seperti Bitcoin. Alih-alih mengembangkannya, mereka ingin Bitcoin Cs dimatikan.

Salah satunya Gubernur Bank Sentral Swedia Stefan Ingves. Menurutnya perdagangan Bitcoin seperti berurusan dengan perangko dan menyebut uang kripto itu akan gagal dengan satu atau cara lainnya.

"Uang privat biasanya ambruk cepat atau lambat," ujar Stefan Ingves. "Tentu saja Anda bisa menjadi kaya dengan berdagang Bitcoin, tetapi itu setara dengan perdagangan prangko."


Pandangan lainnya datang dari Gubernur Bank Sentral Meksiko Alejandro Diaz. Menurutnya Bitcoin sebagai alat barter alih-alih uang resmi. Alasannya fluktuasi harga yang tinggi dan kemampuan penyimpan nilai (store of value) yang rendah.

Store of value adalah kemampuan uang untuk memiliki nilai dari waktu ke waktu. Uang harus bisa mentransfer daya beli saat ini ke masa depan dan untuk mengumpulkan kekayaan.

"Orang tentu tidak ingin daya beli mereka, gaji mereka naik atau turun 10% dari hari ke hari. Anda tidak ingin volatilitas daya beli itu. Dalam hal ini, Bitcoin dan sejenisnya bukan perlindungan nilai yang baik," ungkapnya seperti dikutip dari Reuters.

Ray Dalio, pendiri perusahaan hedge fund terbesar di dunia, yaitu Bridgewater Associates, mengatakan kesuksesan bitcoin bakal dibinasakan oleh regulator keuangan, khususnya di Amerika Serikat (AS).

"Saya pikir pada akhirnya jika itu (bitcoin) benar-benar berhasil, mereka (regulator) akan membunuhnya dan akan terus mencoba membunuhnya. Karena mereka memiliki cara untuk membunuhnya," ujar Dalio kepada CNBC International, seperti dikutip (16/9/2021).

Seperti diketahui, regulator AS telah meningkatkan pengawasannya terhadap pergerakan mata uang kripto yang dinilai cukup liar, spekulatif, dan terus menarik perhatian.

"Anda memiliki El Savador yang merangkulnya, dan anda memiliki India dan China yang menyingkirkannya. Kemudian anda memiliki AS yang berbicara tentang cara mengaturnya dan itu masih bisa dikendalikan," kata Dalio.

Seperti diketahui, pada Juni lalu, El Savador menjadi negara pertama yang mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Sementara India diperkirakan akan mengusulkan undang-undang yang melarang mata uang kripto, dan menghukum penambang serta pedagangnya. Kemudian China telah mulai menindak pasar mata uang kripto, memerintahkan penambang untuk menutup operasi mereka.


[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading