Ahli Coding ini Malah Senang Kerjaannya Diserobot AI, Kenapa?

Tech - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
12 September 2021 16:40
Infografis: Mengenal Artificial Intelligence dan Cara Kerjanya Foto: Ilustrasi Artificial Intelligence (CNBC Indonesia/Arie Pratama)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ahli coding tidak merasa khawatir dengan keberadaan Artificial Intelligence (AI). Justru sebaliknya mereka mengaku malah senang dengan adanya AI.

Pada bulan Juni, GitHub, platform hosting kode berbasis di San Francisco dengan 56 juta pengguna, merilis alat AI baru yang disebut Copilot.

Saat Anda mengetik beberapa karakter, AI memberikan saran untuk menyelesaikannya. Pendiri Instagram Mike Krieger antusias pada Copilot ini.

"Satu-satunya aplikasi pembelajaran mesin paling menakjubkan yang pernah saya lihat," ungkapnya mengutip dari BBC, Minggu (12/9/2021).

Ini didasarkan pada kecerdasan buatan yang disebut GPT-3, dirilis musim panas lalu oleh OpenAI, laboratorium AI berbasis di San Francisco, yang didirikan bersama oleh Elon Musk.

Mesin GPT (generative pre-training) melakukan hal yang sangat sederhana tetapi sangat besar, yakni memprediksi huruf berikutnya dalam sebuah teks. Demikian penjelasan Grzegorz Jakacki, Pendiri Codility yang berbasis di Warsawa, Polandia.



OpenAI melatih AI pada teks yang sudah tersedia daring seperti buku, Wikipedia dan ratusan ribu halaman web. Akhirnya hype atas GPT-3 menjadi terlalu banyak.

"Dan orang-orang perlu mengingatkan AI terkadang membuat kesalahan yang sangat konyol," demikian kicauan Sam Altman, Kepala Eksekutif OpenAI, di Twitter.

GitHub yang dimiliki Microsoft, membeli lisensi eksklusif untuk menggunakan GPT-3 pada bulan September. Mereka memutuskan untuk melatih model lain yang serupa. Tapi kali ini, pelatihan AI pada kode sumber perangkat lunak sebagai gantinya.

Sebagai seorang programer, AI tidak dilihat sebagai hal yang akan mempertaruhkan pekerjaan. Gagasan memiliki AI adalah untuk mendukungnya dengan membantu di bagian yang lebih membosankan dari coding seperti memeriksa string yang rumit, yang disebut ekspresi reguler. Pemeriksaan harus dilakukan sampai empat kali lipat.

Dina Muscanell selaku Programmer Senior di perusahaan perangkat lunak Open-Source, Red Hat, mengatakan karena AI telah diberi kode yang ditulis oleh pemrogram profesional, benar-benar membantu pembuat kode memanfaatkan kebijaksanaan kolektif rekan mereka.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Teknologi Ini Bikin Coding Sendiri, Robot Gantikan Manusia?


(miq/miq)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading