Muncul Ajakan Pindah ke Telegram & Signal, WhatsApp Terancam?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
06 September 2021 07:25
REFILE - CLARIFYING CAPTION Silhouettes of mobile users are seen next to logos of social media apps Signal, Whatsapp and Telegram projected on a screen in this picture illustration taken March 28, 2018.  REUTERS/Dado Ruvic

Jakarta, CNBC Indonesia - Baru-baru ini, Telegram Messenger menjadi salah satu aplikasi paling banyak di-download versi Sensor Tower. Aplikasi buat Pavel Durov ini telah di-download 1 miliar kali. Apakah WhatsApp terancam?

Prestasi yang dicapai Telegram ternyata belum sanggup mengancam WhatsApp. Sensor Tower mencatat WhatsApp telah di-download ke lebih dari enam miliar perangkat.

Appotopia, perusahaan riset lainnya memperkirakan 500 juta penduduk Bumi menggunakan WhatsApp setiap hari, sementara Telegram hanya 36 juta orang saja, Bloomberg News melaporkan, seperti dikutip Senin (4/9/2021).


Pada Januari lalu, WhatsApp meluncurkan aturan privasi baru hal ini membuat banyak pengguna beralih ke pesaing seperti Telegram dan Signal. Bahkan Elon Musk di Twitter menyarankan penggunanya pindah ke Signal dampak dari pengumuman aturan baru WhatsApp.

Pada bulan yang sama Pavel Durov mengatakan terjadi peralihan yang semakin cepat dari WhatsApp ke Telegram. Presiden Brasil dan Turki merupakan salah satu pengguna baru Telegram. "Kita mungkin menyaksikan migrasi digital terbesar dalam sejarah manusia," ungkapnya waktu itu.

Nyatanya aturan privasi baru tidak cukup untuk benar-benar mengancam WhatsApp. Ini karena infrastruktur sosial yang telah diciptakan oleh miliaran orang selama lebih dari satu dekade.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Nasib Akunmu Saat Aturan Privasi Baru WhatsApp Berlaku


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading