WhatsApp Akhirnya Menyerah, Janji Tak Hapus Akun Pengguna

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
02 June 2021 15:25
FILE PHOTO: The WhatsApp app logo is seen on a smartphone in this picture illustration taken September 15, 2017. REUTERS/Dado Ruvic

Jakarta, CNBC Indonesia - WhatsApp akhirnya merubah kebijakannya bagi pengguna yang masuk menolak kebijakan privasi baru. Aplikasi chatting milik ini berjanji tidak akan menghapus dan membatasi fungsional pengguna yang menolak.

Sebelumnya WhatsApp mengatakan pengguna yang belum menerima kebijakan privasi baru WhatsApp akan diberikan waktu 120 hari untuk menimbang aturan ini hingga setelahnya akun dihapus.

Selama 120 hari itu akun WhatsApp kamu dianggap tidak aktif dan kehilangan beberapa. Hanya bisa menerima panggilan dan notifikasi. Fungsi membaca dan menulis pesan tidak bisa lagi digunakan. Namun, WhatsApp sekarang kian melunak.


"Mengingat diskusi baru-baru ini dengan berbagai otoritas dan pakar privasi, kami ingin menjelaskan saat ini kami tidak memiliki rencana untuk membatasi fungsionalitas cara kerja WhatsApp bagi mereka yang belum menerima pembaruan," ungkap Juru Bicara WhatsApp seperti dikutip dari The New Web, Rabu (2/6/2021).

"Sebaliknya kami akan mengingatkan pengguna dari waktu ke wahtu tentang pembaruan [ini] serta kapan orang memilih untuk menggunakan fitur opsional yang relevan seperti berkomunikasi dengan bisnis yang menerima dukungan dari Facebook."

Dalam blognya, WhatsApp juga sudah mengubah penjelasannya. WhatsApp mengungkapkan WhatsApp memilih akan terus menampilkan notifikasi kebijakan privasi baru di WhatsApp untuk menyediakan informasi lebih lanjut dan mengingatkan pengguna yang belum meninjau dan menerima pembaruan untuk melakukannya.

"Saat ini kami tidak berencana untuk menampilkan notifikasi ini secara terus-menerus atau membatasi fungsionalitas aplikasi," tulis WhatsApp di blog resmi.

"Pengguna yang belum menerima juga akan mendapat kesempatan lain untuk melakukannya secara langsung dari aplikasi. Misalnya, ketika pengguna memasang ulang aplikasi WhatsApp menggunakan nomor telepon yang sama pada perangkat yang berbeda atau ketika pengguna ingin menggunakan fitur yang terkait dengan pembaruan ini untuk pertama kalinya."

Inti dari aturan kebijakan privasi baru WhatsApp adalah pengguna mengizinkan WhatsApp membagikan data pengguna kepada induknya Facebook. Praktik pembagian data dengan Facebook telah lama dijalankan oleh WhatsApp.

Data yang dibagikan ke Facebook seperti level baterai, kekuatan sinyal perangkat, versi aplikasi, informasi browser, jaringan seluler, informasi koneksi (termasuk nomor telepon, operator seluler atau ISP), bahasa dan zona waktu, alamat IP, informasi sistem operasi perangkat, dan identifikasi unik terkait dengan perangkat atau akun yang sama.

WhatsApp sendiri mengatakan kebijakan privasi tidak mengubah cara berkomunikasi antar pengguna. End-to-end encryption juga tetap digunakan dalam seluruh pesan, yang artinya WhatsApp tidak bisa mengintip pesan pengguna.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading