User Telegram & Signal Naik Tinggi, WhatsApp Ditinggalkan?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
18 May 2021 10:20
REFILE - CLARIFYING CAPTION Silhouettes of mobile users are seen next to logos of social media apps Signal, Whatsapp and Telegram projected on a screen in this picture illustration taken March 28, 2018.  REUTERS/Dado Ruvic Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan privasi baru WhatsApp ternyata membawa untung bagi para pesaingnya. Signal dan Telegram tetap mengalami pertumbuhan jumlah download bahkan jelang aturan berlaku.

Menurut sebuah laporan jelang 15 Mei 2021, tanggal berlaku aturan tersebut, Signal dan Telegram mengalami pertumbuhan download hingga 1.200 persen.

Lonjakan tersebut sebenarnya sudah terlihat saat WhatsApp mengumumkan pertama kali aturan baru itu. Kebijakan baru tadinya akan mulai berlaku pada 8 Februari namun akhirnya ditunda hingga 15 Mei 2021 lalu.

Namun penundaan itu tak mengubah apapun. Sensor Tower mencatat selama empat bulan, total download Signal mencapai 1.192 persen year-on-year menjadi 64,4juta secara global.

Sementara untuk Telegram mencapai 98 persen year-on-year menjadi 161 juta secara global. Ini berbanding terbalik dengan WhatsApp yang mengalami penurunan 43 persen atau 172,3 juta selama periode yang sama, seperti dikutip dari laman Gadgets NDTV, Selasa (18/5/2021).

Kenaikan jumlah install Signal sebenarnya mengalami lonjakan terbesar pada Januari lalu. Saat itu totalnya mencapai 5.001 persen yoy atau 50,6 juta.

Sayangnya tiap bulannya mengalami penurunan 86 persen ke angka lebih dari 7 juta. Namun pada April 2021 ada total 2,8 juta unduhan atau dua kali lipat dari tahun sebelumnya yakni 1,3 juta unduhan.

Sementara itu Telegram mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun 283 persen. Ada peningkatan dari 16,6 juta menuju ke 63,5 juta unduhan.

Sama seperti Signal, Telegram juga mengalami penurunan setelah Januari. Pada bulan April penurunannya tiga persen mencapai 26,2 juta dibanding 27 juta dari tahun sebelumnya.

Di sisi lain, penurunan jumlah instal WhatsApp sebenarnya sudah terjadi sebelum pengumuman kebijakan baru. Sensor Tower melaporkan jika penurunan terjadi pada awal pandemi tahun lalu.

April 2020 tercatat penginstallan WhatsApp menurun 28 persen secara global selama satu bulan. Yaitu 76,5 juta pada bulan Maret menjadi 55,2 juta di bulan April 2020.

Menurut Sensor Tower, penurunan di waktu tersebut karena calon pengguna baru ingin berkomunikasi dengan orang lain di WhatsApp versi web.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Signal dan Telegram Laris Manis


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading