Musim Kawin! Grab Merger Sama SPAC, Gojek-Tokopedia Buat GoTo

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
17 May 2021 19:07
foto : Freepik Foto: Freepik

Jakarta, CNBC Indonesia - Musim kawin antar perusahaan atau merger tampaknya jadi jalan yang dilakukan oleh startup besar Asia Tenggara. Tujuannya untuk meraup dana besar dari pasar modal dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.Cara ini ditempuh oleh Grab Holdings. Pada April lalu, Grab dilaporkan sepakat untuk merger dengan Altimeter Growth Corp, perusahaan kosong (SPAC) yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

Kesempatan ini disebut membuat nilai ekuitas Grab akan naik menjadi US$39,6 miliar. Aksi korporasi ini pun menjadi kesepakatan bisnis terbesar untuk perusahaan cek kosong, seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/5/2021).

Kesepakatan merger ini pun menjadi jalan Grab Holdings untuk mencatatkan saham perdana (IPO) di Bursa saham Amerika Serikat (AS). Rencana itu akan direalisasikan tahun ini.

Pada hari ini, Gojek dan Tokopedia resmi merger dengan nama GoTo Grup. Perusahaan ini akan bernama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa yang membawahi tiga lini bisnis. Yakni, Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial, layanan jasa keuangan digital.

Tak disebutkan nilai perusahaan setelah merger. Namun menurut laporan CBInsights bertajuk The Complete List of Unicorn Companies, pada april 2021, Gojek memiliki valuasi US$10 miliar dan Tokopedia US$7 miliar. Valuasi GoTo Grup bisa lebih besar lagi dari itu jika melihat prospek bisnis, ekosistem dan jangkauan bisnis setelah merger Gojek dan Tokopedia yang besar.

Gojek dan Tokopedia pun dikabarkan akan segera melantai di bursa saham. Salah satunya di AS dan lainnya di Indonesia. Namun informasi ini tidak dapat dikonfirmasi oleh manajemen perusahaan.

Presiden GoTo Group Patrick Cao mengungkapkan model bisnis ke depannya akan lebih beragam, stabil, dan berkelanjutan. Maklum, GoTo Grup merambah bisnis jasa transportasi, e-commerce dan jasa keuangan yang terintegrasi dalam satu startup.

"GoTo Group akan menyumbang lebih dari 2% PDB di Indonesia dan kami akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan peluang memperoleh pendapatan seiring dengan pertumbuhan perusahaan dan ekonomi kami," ungkapnya. Saat ini PDB Indonesia mencapai US$1 triliun lebih.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gojek dan Tokopedia Perkenalkan GoTo Lewat Video


(roy/dru)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading