Ngeri! Ancaman Gamers, Sakit Jantung Sampai Gangguan Jiwa

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
31 August 2021 13:20
Warga bermain game console clasic di pameran pasar idea 2019, JCC, Jakarta, Kamis (15/8). Game game console seperti sega Nintendo dan ding dong dulu sempat tenar di era 90an sebelum game online yang bermunculan saat ini. KomunitasRepublic Games  Collector Indonesia (RGCI) itu awalnya dibentuk oleh beberapa teman saja. Kebetulan sama-sama seneng main dan koleksi konsol game. Berdiri tahun 2016 ini kini sedikitnya memiliki 2.600 orang pengikut di Facebook, yang tersebar di seluruh wilayah. Bukan sekedar mengoleksi, di komunitas ini kita juga bisa saling berbagi wawasan tentang game yang ada di dunia ini. Pengunjung pameran setelah melihat-lihat stan pameran juga dapat bermain dan bernostalgia dengan game game terkenal seperti sonic mario bross sampai CTR. Stand game retro ini dipajang sengaja untuk menarik perhatian pengunjung dan tidak dijual.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang, mulai dari anak-anak hingga usia dewasa yang bermain game online di perangkat seperti konsol, smartphone, tablet, atau laptop.

Namun dibalik kesenangan bermain game ternyata ada banyak resiko yang menghantui para gamers. Mereka berpotesi terkena penyakit jantung hingga mengalami gangguan mental.

Lalu apa saja risiko para gamers? berikut daftarnya, dirangkum CNBC Indonesia dari berbagai sumber, Selasa (31/8/2021).


1. Gangguan Kesehatan

Bermain game hanya mengandalkan mata dan tangan yang melakukan gerakan. Sedangkan bagian tubuh lain hanya diam saja.

Melansir laman Hello Sehat, jika aktivitas ini terus dilakukan maka berisiko tinggi mengalami beberapa penyakit. Mulai dari obesitas, melemahnya otot dan persendian hingga penurunan penglihatan yang signifikan disebabkan karena cahaya biru dari layar perangkat.

Resiko akan bertambah, jika bermain game juga disertai pola makan buruk, merokok atau minum alkohol.

Selain itu di daerah tangan juga berpotensi sakit. Penyakit itu bernama carpal tunnel syndrome, merupakan kumpulan tanda dan gejala yang terjadi karena penyempitan saraf median di Carpal Tunnel.

Penyakit tersebut biasanya akan menyerang pergelangan tangan hingga jari tangan yang dominan digunakan melakukan aktivitas sehati-hari. Ada kemungkinan juga kedua pergelangan tangan mengalami penyakit ini, dikutip dari laman Good Doctor.

Gejala carpal tunnel syndrome seperti nyeri dan kesemutan di pergelangan tangan. Selain itu juga ada kelemahan otot pergelangan tangan. Ada juga gejala mati rasa di pergelangan dan nyeri terutama saat malam hari.

2. Penurunan Prestasi Akademik dan Menarik Diri dari Kehidupan Sosial

Bagi banyak orang merasakan keseruan saat bermain game. Apabila mereka, khususnya anak-anak kecanduan game akan melakukan segala cara untuk bisa bermain games.

Ini membuat anak jadi tidak fokus menyerap pelajaran sekolah hingga malas belajar. Dampaknya akan mengalami penurunan prestasi akademik.

Kecanduan game juga membuat anak ingin menghabiskan waktu yang lama untuk menyelesaikan permainan. Tentu saja ini bisa berdampak kehidupan sosial anak-anak sebab mereka akan memiliki berinteraksi secara digital dibandingkan dunia nyata atau dalam istilah psikologis disebut asosial.

Asosial ditandai dengan menarik diri dan menghindar pada interaksi sosial apapun. Orang asosisal cenderung tidak memperdulikan orang lain dan akan sibuk pada dunianya sendiri.

3. Berperilaku Agresif dan Gangguan Mental

Anak-anak juga akan memiliki perilaku agresif akibat bermain game. Mereka akan sering marah-marah dan mudah tersinggung saat dilarang atau diminta berhenti bermain game.

Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga berencana memasukkan kecanduan game jadi salah satu kategori gangguan jiwa baru. Gaming disorder ini berdasarkan peningkatan kasus kecanduan game di dunia.

Penyakit jiwa ini akan dimasukkan dalam kategori besar Gangguan mental, perilaku dan perkembangan sarah dengan khusus di bawah subkategori Gangguan penyalahgunaan zat atau perilaku adiktif.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sikap WHO Vaksin Covid-19 Pertama dengan Kedua Beda Merek


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading