Virus Cacar Monyet Mengancam Dunia, Ini Cara Menghindarinya

Tech - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
29 May 2022 20:20
Gambar mikroskop elektron yang disediakan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ini menunjukkan virion cacar monyet. (Cynthia S. Goldsmith, Russell Regner/CDC via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wabah cacar monyet menambah rangkaian masalah kesehatan yang melanda dunia setelah Covid-19 dan hepatitis akut. Penyakit ini telah ditemukan di sejumlah negara di Amerika, Eropa, Australia, dan Timur Tengah.

Wabah cacar monyet yang tengah terjadi membuat para ahli kesehatan bingung. Sebab, sangat jarang ada kasus cacar monyet di luar Afrika, tempat di mana virus itu endemik.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa siapa pun dapat berisiko tertular virus. Anak-anak, wanita hamil, dan immunocompromised dianggap sangat berisiko.


Seperti diketahui cacar monyet adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus cacar monyet, bagian dari keluarga yang sama dengan cacar. Vaksinasi cacar telah terbukti 85% efektif melawan cacar monyet.

Meskipun para ahli kesehatan setuju bahwa risiko penyakit ini terhadap masyarakat umum rendah, ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat diambil untuk mengurangi risiko tertular virus. Dilansir dari CNBC Internasional, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, Layanan Kesehatan Nasional Inggris, dan WHO merekomendasikan langkah pencegahan sebagai berikut.

  1. Hindari melakukan kontak dengan orang yang baru saja didiagnosis virus atau mereka yang mungkin telah terinfeksi;
  2. Menggunakan masker wajah jika berada dalam kontak dekat dengan seseorang yang memiliki gejala cacar monyet;
  3. Hindari kontak dengan hewan yang dapat membawa virus, termasuk hewan yang sakit atau mati dan terutama yang memiliki riwayat infeksi, seperti monyet, hewan pengerat, dan anjing;
  4. Jaga kebersihan tangan, terutama setelah bersentuhan dengan hewan atau manusia yang terinfeksi (atau diduga terinfeksi). Misalnya, mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol;
  5. Gunakan alat pelindung diri saat merawat pasien dengan infeksi cacar monyet yang dikonfirmasi atau dicurigai; dan
  6. Hanya makan daging yang telah dimasak dengan matang
  7. Tak hanya itu, cacar monyet juga dapat ditularkan melalui permukaan dan bahan. Jadi sebaiknya hindari menyentuh bahan yang pernah bersentuhan dengan manusia atau hewan yang sakit.

Profesor kedokteran di Universitas Ku Leuven Belgia Emmanuel Andre menyebut praktik yang baik adalah mencuci pakaian dan seprai secara teratur pada suhu tinggi. Meski demikian, menurutnya, masyarakat tidak perlu mulai menghindari tempat-tempat umum.

"Jika orang berada dalam populasi berisiko tinggi, di mana mereka sadar bahwa mereka berada di lingkungan berisiko tinggi, maka mereka harus mengambil tindakan pencegahan ekstra," kata dia, dikutip Minggu (29/5/2022).

Lebih lanjut, Jika Anda merasa ada kemungkinan tertular cacar monyet, Anda diwajibkan melakukan isolasi mandiri untuk menghindari kontak fisik dengan orang lain. Anda juga harus segera mencari bantuan medis.

Anda perlu mengisolasi diri sampai virus tersebut berlalu. Penyakit ini biasanya ringan dan kebanyakan orang sembuh dalam dua sampai empat minggu.

Sementara saran medis dari Layanan Kesehatan Nasional Inggris adalah pasien mungkin perlu tinggal di rumah sakit spesialis untuk mencegah infeksi menyebar ke orang lain.

Gejala awal cacar monyet antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, bengkak, dan nyeri punggung. Adapun setelahnya akan timbul ruam di wajah, tangan, kaki, mata, mulut, atau alat kelamin dalam satu sampai lima hari.

Ruam-ruam itu berubah menjadi benjolan dan kemudian melepuh, yang mungkin berisi cairan putih sebelum pecah dan mengelupas.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kemenkes: Belum Ada Penyakit Cacar Monyet di Indonesia


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading