Mantap! China temukan Antibodi Covid Lawan Varian Delta

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
06 August 2021 07:30
FILE - In this Dec. 25, 2020, file photo, released by Xinhua News Agency, packages of COVID-19 inactivated vaccine products are seen at a production plant of the Beijing Biological Products Institute Co., Ltd, a unit of state-owned Sinopharm in Beijing. China has given conditional approval to a coronavirus vaccine developed by state-owned Sinopharm. The vaccine is the first one approved for general use in China.(Zhang Yuwei/Xinhua via AP, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penelitian di China berhasil menemukan antibodi Covid-19 untuk melawan varian Delta. Tim peneliti mengklaim antibodi tersebut dapat menjadi pengobatan infeksi virus.

Penelitian ini ditemukan oleh Yang Xiaoming, Chairman Sinopharm China National Biotec Group, anak usaha Sinopharm. Temuan tersebut diumumkan perusahaan pada hari Rabu, dan diklaim untuk pencegahan jangka pendek dan pengobatan dini Covid-19.

Tim itu menemukan antibodi monoklonal yang dapat memblokir peningkatan virus corona baru pada enzim pengubah Angiotensin 2. Enzim menempel pada membran sel dan berada di usus, ginjal, testis, kantong empedu dan jantung.


Menurut pengumuman perusahaan, Antibodi dapat mencegah virus untuk menginfeksi sel, seperti dikutip dari Global Times, Jumat (6/8/2021).

Antibodi monoklonal ini diharapan bisa memiliki efektivitas yang kuat saat dijadikan obat terapi. Selain itu juga memiliki efikasiĀ (kemanjuran) yang signifikan serta toksisitas rendah.

Antibodi yang disebut sebagai rudal biologis menunjukkan kemanjuran yang baik dan juga aplikasi yang luas untuk pengobatan berbagai penyakit.

Sementara itu penerapan antibodi atau 2BII disebutkan bisa mengurangi peradangan paru-paru yang disebabkan oleh virus. Dalam penelitian terbaru, 2BII memiliki aktivitas netralisasi pada varian Delta dan juga nilai aplikasi besar yang bisa digunakan untuk melakukan pencegahan dalam jangka pendek dan juga pengobatan dini.

Perusahaan mengatakan, aplikasi klinis penerapan antibodi ini berjalan sesuai dengan harapan. Penggunaannya kemungkinan bisa dilakukan secepat mungkin di China.

China memang diketahui jadi satu dari banyak negara yang harus mengalami lonjakan kasus akibat varian Delta. Peningkatan kasus terjadi di kota besar mulai dari Beijing hingga Wuhan, yang menjadi tempat pertama kali Covid-19 terdeteksi.

Peningkatan kasus ini terjadi pada 20 Juli 2021. Virus ditemukan dari penerbangan pesawat asal Rusia di Nanjing, Provinsi Jangsu. Secara signifikan kasus naik hingga menyentuh 500 kasus.

Sementara itu laporan pemerintah pada Rabu (4/8/2021), terdapat 96 kasus baru di China. Sementara transmisi lokal ditemukan pada 71 kasus.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading