Telat Vaksinasi Covid Dosis 2 Pengaruhi Efektivitas Vaksin?

Tech - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
03 August 2021 16:35
Warga mengikuti vaksinasi massal Covid-19 gelaran Pemkot, Jakarta Timur, di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas, Senin (28/6/2021). Kouta vaksinasi di GOR Ciracas 1.000 per hari, terdiri dari 500 warga Kecamatan Ciracas dan 500 warga Kelurahan Pasar Rebo. Warga yang tidak memiliki KTP DKI Jakarta pun bisa mengikuti vaksinasi gratis dengan syarat membawa surat pengantar RT/RW. Bagi warga non DKI namun bekerja di Jakarta maka cukup membawa surat pengantar dari perusahaan tempatnya bekerja sebagai syarat mengikuti vaksinasi gratis. 
   (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para ahli merekomendasikan penyuntikan dua dosis vaksin Covid-19 bagi setiap individu guna menciptakan kekebalan tubuh yang optimal. Rentang waktu penyuntikan dosis pertama dan dosis kedua, serta dosis pemberian vaksin berbeda-beda sesuai dengan rekomendasi untuk setiap jenis vaksin yang digunakan.

Vaksinasi merupakan salah satu upaya penting dalam penekanan laju penyebaran virus. Untuk itu, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan laju vaksinasi yang saat ini berada di angka 1 juta-1,25 juta setiap hari. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan vaksinasi, termasuk untuk penyuntikan dosis kedua yang saat ini sedang terjadi di beberapa daerah dikarenakan ketersediaan vaksin.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan, meskipun pemerintah terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi, namun tidak menutup kemungkinan akan terjadi tantangan di tengah jalan, misalnya terkait dengan ketersediaan vaksin. Ada beberapa daerah yang terlambat menerima vaksin untuk penyuntikan dosis kedua.



"Keterlambatan penyuntikan vaksin dosis kedua selama masih dalam interval yang direkomendasikan para ahli, masih aman dan tidak akan mengurangi efektivitas vaksin pertama sehingga antibodi kita masih dapat terbentuk dengan optimal melawan virus Covid-19," katanya seperti dikutip laman resmi Kemenkes, Selasa (3/8/2021).

Untuk vaksin Covid-19 Sinovac, jarak penyuntikan dosis satu ke dosis kedua adalah 28 hari, sementara vaksin AstraZeneca dua sampai tiga bulan. Sementara bagi penyintas dapat divaksin setelah tiga bulan dinyatakan sembuh.

Untuk penyintas yang sudah mendapatkan vaksin dosis satu sebelum dinyatakan positif, maka bisa melanjutkan vaksinasi dosis kedua setelah sembuh tiga bulan. Tidak perlu mengulang.

Pemerintah telah mendistribusikan 86.253.981 dosis vaksin dan 67.884.947 dosis telah digunakan di 34 provinsi.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading