Bukti Huawei Kian Tertinggal dari Vivo, Oppo dan Xiaomi

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
29 July 2021 09:45
In this Monday, May 20, 2019, photo, a man uses his smartphone outside a Huawei store in Beijing. Chinese tech giant Huawei has filed a motion in U.S. court challenging the constitutionality of a law that limits its sales of telecom equipment. (AP Photo/Ng Han Guan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan riset IDC merilis laporan kuartalan untuk pasar smartphone di China. Vivo berhasil berada di puncak, sayangnya raksasa teknologi dalam negeri lainnya, Huawei tak terlihat di lima besar.

Sebagai gantinya, mantan unit usahanya Honor berada di urutan kelima laporan IDC tersebut.

Berdasarkan laporan, pada kuartal II 2021 market share Vivo 23,8% atau naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 17,1%. Sementara dari penjualan juga naik dari 15 juta unit Q2 2020 menjadi 18,6 juta di Q2 2021.


Di urutan kedua ada Oppo yang memiliki market share sebesar 21,1% naik dari 16% di Q2 2020. Untuk penjualan Q2 2021 sejumlah 16,5 juta dan periode yang sama tahun lalu 14,1 juta.

Market share Xiaomi 17,2% membuatnya berada di urutan tiga. Capaian itu menanjak dari 10,4% pada kuartal II tahun lalu.

Sedangkan penjualan Xiaomi di kuartal II tahun ini sebanyak 13,4 juta dengan tahun lalu sebesar 10,4%.

Apple jadi satu-satu nama merek luar China yang ada di lima besar versi IDC ini. Produsen iPhone tersebut mendapatkan market share sebesar 10,9% naik 8,3 pada Q2 2020, dan penjualannya 8,6 juta pada Q2 2021 atau naik 1,3 juta dari tahun lalu.

Lalu Honor memiliki 8,9% market share, sayangnya turun dari capaian tahun lalu 14,7%. Untuk penjualan memiliki penjualan 6,9 juta yang merosot dari 12,9 juta unit.

Penurunan volume penjualan Honor ini disebabkan karena tidak ada ponsel baru yang dijual saat itu. Hanya ada lima peringkat yang tersedia untuk dijual, seperti dikutip dari GSM Arena, Kamis (29/7/2021).

Ini berbeda dari kompetitornya seperti Vivo, Oppo atau Xiaomi yang memiliki lebih dari 30 pilihan berbeda untuk konsumen.

Secara keseluruhan pasar mengalami penurunan setiap tahun yang disebabkan sanksi atas bisnis smartphone Huawei. Perusahaan itu sekarang jadi bagian grup 'lainnya' yang menjual 14,1 juta atau turun lebih dari setengahnya di tahun lalu, yakni sebesar 29,4 juta.

Untuk market share, gabungan kelompok ini memiliki 18,1%. Sementara kuartal II 2020 memiliki 3,5%.

Menurut Manajer Riset IDC China, Wang Xi, inovasi tak lagi jadi pendorong pada bisnis kelas menengah dan atas. Para perusahaan sekarang berkompetisi untuk memberikan citra merek yang menguntungkan dan bisa dikaitkan dengan pengguna.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading