Faisal Basri Sebut Vaksin Bayar Bak Rente, Bisnis Super Cuan!

Tech - roy, CNBC Indonesia
14 July 2021 07:15
Ekonom senior, Faisal Basri saat menghadiri acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2019. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonom Senior Faisal Basri mengkiritik keras keputusan pemerintah menyelenggarakan vaksinasi gotong royong individu atau vaksin Covid-19 berbayar. Ia pun menyebut kebijakan tersebut sebagai vaksin rente.

Faisal Basri mengungkapkan tugas mulia BUMN adalah menciptakan nilai bagi maslahat orang banyak, bukan berburu rente. Faisal Basri pun mengungkap hitung-hitungan betapa menjanjikannya bisnis vaksin.

"Berdasarkan skenario awal, bayangkan betapa menggiurkan bisnis vaksin BUMN. Kalau untungnya Rp 100.000 per suntikan, rentenya senilai Rp 17,2 triliun. Makanya ada vaksinasi 'gotong royong' (lebih tepat vaksin rente)," kritik Faisal Basri melalui akun twitter pribadinya, seperti dikutip Selasa (13/7/2021).


Faisal Basri mengungkapkan untuk berburu vaksin rente, pemerintah ambil alih stok vaksin yang sudah dan akan dibeli. Adapun BUMN-BUMN farmasi murni jadi operator vaksinasi, mempercepat target herd immunity 70% yang dicanangkan pemerintah.

"Kalau audit BPK nantinya menemukan ada praktik mark up, BUMN farmasi wajib kembalikan kelebihan kepada pemerintah. Kalau ada unsur pidana, proseslah sesuai hukum yang berlaku," terang Faisal Basri.

Faisal Basri juga mengingatkan agar pemerintah jangan sekali-kali melakukan privatisasi kebijakan publik. Jangan mengalihkan otoritas negara kepada korporasi swasta maupun BUMN serta organisasi pengusaha seperti Kamar Dagang Indonesia (Kadin).

Informasi saja, harga vaksin gotong royong ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm Melalui Penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin Covid-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong.

Harga pembelian vaksin gotong royong ditetapkan sebesar Rp 321.660 per dosis. Lalu tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp 117.910 per dosisnya. Jadi harganya Rp 439.570 per dosis. Ini merupakan harga tertinggi vaksin per dosis. Harga yang dibeli oleh badan hukum/badan usaha, dan sudah termasuk margin/keuntungan 20%.

Halaman Selanjutnya >> Alasan Pemerintah Hadirkan Vaksin Covid-19 Berbayar

Alasan Pemerintah Hadirkan Vaksin Covid-19 Berbayar
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading