Dicuekin Pihak Gojek, Driver Gosend Mogok Kerja Lagi Hari Ini

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
29 June 2021 12:22
Mitra GoTo untuk layanan GoKilat atau GoSend Same Day Delivery (SMD) melakukan aksi mogok kerja dengan cara off bid secara massal di kawasan Kemang, Selasa, (8/6). Mogok massal tersebut dilakukan karena pihak GoTo mengubah insentif para kurir/driver secara sepihak. Ia mengatakan perubahan skema insentif GoSend FMD tersebut juga melanggar ketentuan perundang-undangan di Indonesia. Pasalnya, Undang-Undang nomor 20 tahun 2008 tentang Kemitraan tidak membolehkan adanya keputusan sepihak tetapi melalui perundingan bersama yang menguntungkan para pihak yang bermitra. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Himpunan Driver Gosend Se-Jabodetabek berencana melakukan mogok kerja lagi pada 29 dan 30 Juni 2021. Ini merupakan aksi off bid kedua kalinya terkait penurunan jumlah insentif pada driver.

Rencana mogok kerja ini dikonfirmasi langsung oleh Perwakilan dari Himpunan Driver Gosend Se-Jabodetabek, Yulian. Dia mengatakan sampai sekarang tidak ada tanggapan dari pihak Gojek.

"Betul. Alasannya masih sama dengan yang kemarin. Karena sampai sekarang Gojek tidak memberikan tanggapan," kata Yulian kepada CNBC Indonesia. Selasa (29/6/2021).


Dia mengatakan jika mogok kerja ini akan dilakukan oleh sekitar 90% driver Gosend Se-Jabodetabek.

Sebelumnya, sejumlah driver juga melakukan aksi off bid pada 8 hingga 10 Juni lalu. Yulian juga mengaku dari saat itu tidak ada sama sekali obrolan dengan pihak Gojek.

"Belum ada sama sekali," ungkapnya.

Dalam keterangan resmi Himpunan Driver Gosend Se-Jabodetabek, mengatan jika konflik hubungan antara driver Gokilat di wilayah itu dan Bandung dengan pihak Gojek terus berlangsung hingga hari ini. Pemicu nya adalah kebijakan sepihak perusahaan yang melakukan penurunan insentif pada driver GoKilat.

"Kami dari Himpunan Driver Gosend Se-Jabodetabek menolak keras kebijakan sepihak penurunan insentif bagi driver Gokilat. Oleh karena , penurunan insentif berarti penurunan pendapatan bagi driver, yang itu tentu akan menjauhkan kami dan keluarga dari kehidupan yang layak," tulis keterangan tersebut.

Mereka juga mengatakan rata-rata pengiriman hanya sekutar 11,23 pengantaran perhari. Dalam skema insentif terbaru hanya mendapatkan Rp22 ribu padahal insentif laman mendapatkan Rp45 ribu dan dengan begitu para driver mengklaim kehilangan pendapatan bersih Rp23 ribu.

Dalam mogok kerja kali ini Himpunan Driver Gosend Se-Jabodetabek memiliki tiga tuntutan pada perusahaan Gojek, yakni:

1. Cabut kebijakan penerapan insentif baru tertanggal 08 Juni 2021, kembalikan insentif lama.
2. Tetapkan tarif pokok minimal sesuai dengan Permenhub KP No. 348 Tahun 2020
3. Perjelas hubungan antara driver online dengan perusahaan Gojek, jika hubungan kemitraan, maka jalankan
prinsip-prinsip kemitraan yang setara dan saling menguntungkan. Jika hubungan buruh-pengusaha, maka
hak-hak pekerja formal harus dijalankan.

Selain itu mereka juga memberikan tuntutan pada Pemerintah Republik Indonesia. Salah satunya adalah memberikan penetapan tarif layak untuk seluruh driver online yang melakukan layanan antar makanan, penumpang dan barang.

Berikut tiga tuntutan pada pemerintah Indonesia.

1. Beri perlindungan dan keadilan bagi warga negara Indonesia yang bekerja sebagai driver online dengan menetapkan tarif yang layak bagi driver online, baik yang antar makanan, antar penumpang, dan antar barang. Tanpa tarif yang layak, maka tidak ada pendapatan layak, maka kehidupan driver online dan keluarga menjadi terancam.
2. Beri sanksi perusahaan aplikasi online di bidang transportasi/antarmakanan/antarbarang yang tidak memberi keadilan dan pendapatan layak serta tidak patuh hukum, jika tidak, maka akan terjadi perang tarif di antara mereka, dan fakta di lapangan, pihak yang dirugikan adalah driver online.
3. Beri payung hukum terkait proses kerja di industri transportasi/logistik online ini, jika hubungannya kemitraan, maka jalankan dan tegakan prinsip-prinsip kemitraan yang adil dan setara. Jika hubungannya adalah hubungan kerja karyawan dengan pengusaha, maka hak kami untuk upah minimum, jam kerja layak, dll harus dipenuhi.

CNBC Indonesia juga telah mencoba menghubungi pihak Gojek untuk meminta tanggapan atas masalah ini. Namun belum ada respon dari pihak Gojek atas permintaan tersebut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Driver Gosend Mogok Massal Hari Ini, Begini Tanggapan Gojek


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading