Ini Skema Insentif GoSend Sameday yang Bikin Driver Ngamuk

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
11 June 2021 13:45
Mitra GoTo untuk layanan GoKilat atau GoSend Same Day Delivery (SMD) melakukan aksi mogok kerja dengan cara off bid secara massal di kawasan Kemang, Selasa, (8/6). Mogok massal tersebut dilakukan karena pihak GoTo mengubah insentif para kurir/driver secara sepihak. Ia mengatakan perubahan skema insentif GoSend FMD tersebut juga melanggar ketentuan perundang-undangan di Indonesia. Pasalnya, Undang-Undang nomor 20 tahun 2008 tentang Kemitraan tidak membolehkan adanya keputusan sepihak tetapi melalui perundingan bersama yang menguntungkan para pihak yang bermitra. (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak beberapa hari lalu, Gojek melakukan penyesuaian skema insentif baru untuk mitra driver GoSend Sameday. Untuk kali ini per satu kali trip akan mendapatkan bonus.

"Sekarang tiap trip ada bonusnya, satu trip contohnya Rp1000," kata Head of Business Logistics Gojek, Steven Halim, Jumat (11/6/2021).

Penyesuaian trip misalnya di Jabodetabek 1-9 order yang diselesaikan akan mendapatkan Rp1000 per tripnya. Lalu bila menyelesaikan 10-14 order mendapatkan Rp2000 per trip.


Terakhir jumlah yang diselesaikan dari 15 order, maka mendapatkan Rp2500.

Skema tersebut berbeda dari sebelumnya yakni jika driver menyelesaikan 5 order mendapatkan Rp10 ribu. Lalu Rp30 ribu untuk 8 pengantaran, Rp45 ribu untuk 10 pengantaran, 13 pengantaran mendapatkan Rp60 ribu dan Rp100 ribu untuk 15 pengantaran.

Sementara itu dalam keterangannya beberapa waktu lalu, VP Corporate Communications Gojek, Audrey Petriny menyebutkan yang dilakukan penyesuaian hanya pada skema insentif. Sementara skema pendapatan pokok per jarak tempuh tidak ada yang berubah.

""Gosend tidak mengubah skema pendapatan atau tarif pokok per jarak tempuh bagi mitra driver. Kebijakan penyesuaian hanya dilakukan terhadap skema insentif untuk memberikan peluang yang lebih besar bagi lebih banyak ,mitra untuk dapat memperoleh insentif," kata Audrey.

Audrey mengatakan langkah itu dengan alasan untuk meratakan jumlah mitra yang bisa mendapatkan insentif. Jadi semakin banyak mitra dengan peluang mendapatkan tambahan saat ini.

Menurutnya, Gosend juga memiliki sejumlah program apresiasi untuk mitra dengan performa terbaik. Serta melakukan peningkatan jumlah permintaan pelanggan.

Caranya dengan beberapa program pemasaran, teknologi dan inisiatif lain. Selain itu juga menjaga dan meningkatkan standar layanan yang lebih baik.

"Melalui berbagai upaya ini, antara lain skema pendapatan pokok yang dipertahankan, penyesuaian skema insentif, peningkatan program pemasaran, serta inisiatif lainnya termasuk program apresiasi bagi mitra maka daya saing Gosend akan terus meningkat dan menjadi pilihan masyarakat," jelas dia.

Sebelumnya driver Gosend se-Jabodetabek dan Bandung melakukan aksi mogok. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Yulianto Wibowo dari Perwakilan Gosend Se-Jabodetabek.

"Hari ini tim Gosend Se-Jabodetabek dan Bandung melakukan mogok atau off-bid. Alasannya karena adanya penurunan insentif," kata Yulianto kepada CNBC Indonesia, Selasa (8/6/2021).

Aksi mogok itu akan dimulai dari Selasa hari ini (8/6/2021) Hingga Kamis (10/6/2021). Yulianto mengatakan pihaknya menganjurkan tidak ada anarkis dan kerumunan.

Hari ini, mereka juga mengirimkan karangan bunga berduka cita ke kantor Gojek di kawasan Kemang Timur, Jakarta, Namun saat 8 karangan bunga itu sampai di sana tidak diperbolehkan tidak dapat ditaruh di luar.

Berdasarkan info yang diterima Yulianto karena ditakutkan menyebabkan keributan Selain itu juga dapat menyebabkan kemacetan dan bisa juga disita oleh Satpol PP.

Dia mengatakan sudah ada obrolan terkait insentif dengan pihak Gojek. Namun menurutnya tidak ada diskusi, padahal posisi pihaknya adalah mitra bukan karyawan.

"Sedangkan kita di sini adalah mitra bukan karyawan, seharusnya sebagaimana kita mitra diajak diskusi kalau ada perubahan baru dikasih tahu. Kita karyawan dong kalau seperti itu nurut-nurut saja. Perubahannya sangat amat tidak masuk akal," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading