Bukalapak IPO Bidik Dana Rp 11,2 T, Terbesar Setelah Adaro

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
29 June 2021 10:50
Bukalapak (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana perusahaan e-commerce besar tanah air melakukan penawaran umum perdana saham terus dinanti-nanti pelaku pasar.

Salah satu nama yang dipastikan akan melantai di Bursa Efek Indonesia ialah Bukalapak. Berdasarkan dokumen yang dipublikasikan perseroan, Bukalapak dijadwalkan akan mencatatkan sahamnya di BEI pada akhir Juli ini.

Bila ini terealisasi, dengan target nilai initial public offering (IPO) Bukalapak yang mencapai US$ 800 juta atau sekitar Rp 11,2 triliun dengan rerata kurs Rp 14.000 per US$, maka ini akan menjadi penghimpunan dana IPO terbesar setelah IPO PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) senilai Rp 12,23 triliun pada 2008 silam.


Kepala Divisi Riset Bursa Efek Indonesia, Poltak Hotradero menyampaikan, rencana IPO sejumlah perusahaan unicorn disambut positif poleh investor. Hal ini terlihat sejak awal tahun, aliran modal asing sudah masuk ke Indonesia. Data BEI menunjukkan, sampai dengan 28 Juni 2021, investor asing melakukan pembelian bersih senilai Rp 17,13 triliun.

Tak hanya itu, BEI juga sudah meluncurkan klasifikasi indeks baru di antaranya memuat indeks di sektor teknologi melalui IDXTECHNO.

"Meskipun kapitalisasi pasar terkait teknologi hanya satu persen, akan tetapi ia justru yang paling cepat bertumbuh belakangan ini. Bukalapak, misalnya, berencana untuk melakukan fundrasing kembali. Itulah sebabnya, masyarakat bisa berinvestasi di bidang teknologi," kata Poltak, kepada CNBC Indonesia, Selasa (29/6/2021).

Poltak menambahkan, dengan makin banyaknya perusahaan di sektor teknologi seperti Bukalapak dan GoTo, perusahaan merger Gojek dan Tokopedia yang juga dikabarkan akan melantai di bursa, bukan hanya perusahaan itu yang berkembang, melainkan juga masyarakat bisa berinvestasi.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan ada 25 perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham bursa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8 perusahaan akan dicatatkan pada bulan Juli 2021 dan akan ada satu perusahan yang listing dari sektor teknologi/e-commerce. Besar kemungkinan, IPO tersebut ialah Bukalapak.

"Hingga saat ini, terdapat 25 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI, 8 di antaranya diprediksi akan tercatat pada Juli 2021 dan hanya satu merupakan perusahaan teknologi/e-commerce," kata Direktur Penilaian Perusahaan, I Gede Nyoman Yetna, Jumat (25/6/2021).

Manajemen PT Bukalapak.com sebelumnya menyebutkan perusahaan mencari kesempatan untuk terus berkembang secara finansial. Pernyataan ini disampaikan menanggapi beredarnya dokumen rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Dalam dokumen mini expose itu, disebutkan rencana IPO melepas saham maksimal sebanyak 25% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan. VP of Corporate Affairs Bukalapak Siti Sufintri Rahayu mengatakan perusahaan berfokus pada strategi berkelanjutan yang memberikan nilai tambah kepada partner dan pengguna perusahaan.

"Kami senantiasa mengeksplorasi kesempatan bagi perusahaan untuk terus bertumbuh dan berkembang secara finansial," kata dia kepada CNBC Indonesia, Rabu (23/6/2021).

Berdasarkan dokumen tersebut, perusahaan telah menunjuk setidaknya 5 penjamin emisi yang terbagi atas joint global coordinator: UBS (global), BofA Securities.

Lalu joint bookrunners: UBS (global), BofA Securities, dan Mandiri Sekuritas. Lalu joint lead managing underwriters: PT Mandiri Sekuritas, PT Buana Capital Sekuritas. Kemudian domestic underwriters: PT UBS Sekuritas Indonesia. Dana hasil IPO ini oleh perusahaan akan digunakan untuk modal kerja dan untuk tujuan umum perusahaan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Listing Perdana, Saham Emiten Perabot Rumah Tangga Naik 9,63%


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading