Benarkah Internet Jasa Marga Bakal Saingi IndiHome Cs?

Tech - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
28 June 2021 16:40
Ratusan kendaraan mobil melintas diruas jalan tol Cawang-Grogol, Jakarta, Rabu 23/12. Pantauan CNBC Indonesia terlihat kepadatan kendaraan sejak pukul 15.00 wib. Kawasan jalan tol pondok gede Timur dua juga terlihat ramai lancar. Menjelang libur Natal 2020, sebanyak 842.000 kendaraan diprediksi meninggalkan wilayah DKI Jakarta dengan berbagai tujuan melalui tol Jasa Marga . Jumlah kendaraan itu akan mulai tercatat sejak Kamis 24 Desember hingga Minggu 27 Desember 2020. Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga, Pratomo Bimawan Putra menjelaskan, puncak arus lalu lintas keluar Jabotabek pada Libur Natal 2020 diprediksi terjadi pada Kamis, 24 Desember 2020.”Puncak arus lalu lintas kembali menuju Jakarta terjadi pada Minggu 27 Desember 2020,” katanya, Rabu (23/12/2020) (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangunan jaringan infrastruktur fiber optik milik PT Jasa Marga Related Business (JMRB), anak usaha PT Jasa Marga Tbk (JSMR) masih dalam tahap kajian. Paling tidak pada akhir kuartal ketiga tahun ini pembangunan infrastruktur bisa dibangun.

"Pembangunan mulai akhir Q3, diharapkan Q4 sudah bisa beroperasi. Sekarang masih dalam tahapan persiapan untuk implementasi," kata Direktur Bisnis JMRB, Iman Zaky Mubarak, dalam Power Lunch, CNBC Indonesia, Senin (28/6/2021).

PT JMRB adalah anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk, yang ditugasi untuk mengoptimalisasi aset yang dimiliki induk usaha. Seperti yang dari rencanakan pembangunan jaringan fiber optik di sepanjang jalan tol trans jawa.

Iman menegaskan bisnis layanan digital yang diberikan JMRB bukan sebagai penyedia layanan internet, namun hanya penyediaan infrastruktur jaringan yang bisa dijadikan alternatif oleh provider saat ini.

"Kita sebagai anak usaha bertugas mengoptimalisasi aset induk usaha, dan perlu ditegaskan kami tidak terjun langsung menjadi pelaku penyedia jasa internet di Indonesia. kita tahun kurang lebih ada 500 lebih internet service provider ritel. Nah kita tidak masuk ke ritel. Tapi hanya menjadi mitra provider yang bertujuan membuka peluang dan kolaborasi bisnis internet," kata Iman.

Hingga saat ini perusahaan belum bisa membeberkan rencana detail bisnis ini. Baik dari nilai investasi, model bisnis, juga target market. Tapi manajemen sudah melirik potensi dari digitalisasi ini dari sekarang.

"Kami melihat ini untuk jangka panjang, tahap awal menggelar jaringan fiber optik yang menjadi solusi alternatif penyedia jasa internet. Tentu kami akan kembangkan bisnis digital lainnya, tidak hanya sebatas fiber," katanya.

"Contohnya seperti apa masih dalam kajian, saat ini perkembangan zaman ke arah kemajuan teknologi ada autonomous vehicle juga teknologi jaringan 5G. ini potensi menarik jadi kami terus kaji dan menggeluti apa dan bidang seperti apa yang mau dimasuki. Tapi kalau penyedia jasa internet belum kepikiran ke sana," tambahnya.

Selain itu menurut Iman pengembangan JMRB ini juga akan menjadi nilai tambah bagi perusahaan, yang berencana melantai di bursa pada 2023 mendatang.

Jasa marga sendiri menjual kelebihan memiliki jaringan jalan tol terbesar di Indonesia. Tidak hanya di Jawa tapi, juga ada di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Diakui pengembangan jaringan fiber ini tidak hanya berhenti di Jawa, tapi untuk tahap awal masih terfokus di pulau paling ramai di Indonesia ini.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading