Permudah Transaksi Digital, OY! Siapkan Sharing Service!

Tech - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
24 June 2021 14:25
OY! Indonesia, Murah dan Efisien Dengan Transaksi Digital (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan yang bergerak di bidang financial technology (fintech), OY! Indonesia juga tengah menyiapkan produk terbaru untuk memberikan memudahkan transaksi.

CEO OY! Indonesia Jesayas Ferdinandus mengatakan tahun ini pihaknya tengah menyiapkan sharing service yang bisa digunakan oleh semua perusahaan dan fintech untuk menjangkau konsumennya secara offline. Dengan begitu transaksi yang dilakukan bisa menggunakan satu mesin sharing yang disiapkan oleh OY!

"Kami membuat offline sharing service sehingga semuanya bisa menggunakan mesin kami. Jadi setiap user yang menggunakan perusahaan atau fintechcukup bayar per transaksi, ini menghemat biaya bagi mereka," kata Jesayas, dalam CNBC Indonesia Fintech Week "The Future of Fintech: New Normal Era", Kamis (24/06/2021).


Sharing service ini akan dimulai pilot di berbagai gerai di beberapa daerah. Dia mengungkapkan inovasi ini juga merupakan kolaborasi OY! bersama beberapa bank dan Bank Indonesia. Bagi perusahaan yang menggunakan jasa sharing service ini pun menurutnya bisa menghemat biaya dan lebih efisien.

"Nantinya ini akan ada di seluruh Indonesia. Kami juga akan fokus untuk menggarap pasar Indonesia dalam 2-3 tahun ke depan," katanya.

Evolusi digital yang terjadi di Indonesia menurutnya cukup pesat, namun masih ada kebutuhan uang tunai di dalamnya. Hal ini menurutnya terlihat dari penggunaan QR untuk menarik dana dari tabungan. OY! pun menurutnya melihat potensi pasar yang besar untuk menyiapkan infrastruktur transaksi baik secara online maupun offline.

"Kami melihat perkembangan penggunaan QR cukup besar tapi ternyata demand cash juga besar. Jadi fokus kami bagaimana bisa tetap melayani transaksi tunai dan digital, bagaimana kami bisa membuat produk yang dibutuhkan masyarakat dan bisa menjangkau," kata dia.

Saat ini OY! Indonesia sudah bekerja sama dengan 80 bank dan telah memiliki lisensi dari Bank Indonesia untuk kegiatan transaksi ini. Setiap tahun perusahaan juga melakukan audit dan laporan yang menjadi standar operas, dan melakukan semua standar keamanan untuk meminimalkan kemungkinan gangguan.

Saat ini jumlah transaksi OY! pun terus meningkat, dan bisa tumbuh 20-30% setiap bulannya seiring pulihnya daya beli masyarakat. Menariknya pertumbuhan volume transaksi ini bukan hanya tumbuh secara digital, melainkan juga untuk transaksi offline.

"Pertumbuhan kami lumayan besar, yakni 20-30% setiap bulannya. Ketika masa PSBB pertama yang paling besar growthnya adalah transaksi digital. Setelah satu tahun pandemi dan mulai banyak kegiatan di luar rumah, transaksi offline balik ke normal, jadi sekarang pertumbuhan offline dan online balance," kata Jesayas.

Jesayas menambahkan saat ini literasi digital masyarakat Indonesia masih belum merata, dan masih banyak transaksi menggunakan uang tunai yang berjalan. Sebagai infrastruktur pembayaran menurutnya OY! memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama karena ceruk pasar yang masih luas. Besarnya masyarakat Indonesia menurutnya masih membutuhkan infrastruktur untuk transaksi online dan offline.

"Transaksi yang online tinggi, tapi yang offline juga tinggi, itu tantangan dan potensi yang besar karena masyarakat Indonesia jumlahnya besar dan memiliki berbagai level income. Untuk masyarakat menengah ke bawah kita harus bisa reach out mereka, banyak produk kami yang untuk memfasilitasi masyarakat yang belum punya fasilitas ke transaksi digital," ujarnya.

Dia menyebutkan saat ini 70-80% pengguna OY! adalah korporasi yang membutuhkan infrastruktur transaksi baik online maupun offline. Adanya OY! menurutnya memungkinkan perusahaan baik korporasi maupun fintech bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Baca Juga
Features
    spinner loading