Di Tengah Pandemi, Volume Transaksi OY! Tumbuh 20-30%

Tech - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
24 June 2021 14:10
OY! Indonesia, Murah dan Efisien Dengan Transaksi Digital (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan teknologi dan digitalisasi di bidang keuangan menghadirkan berbagai inovasi yang memudahkan penggunanya. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang financial technology (fintech), OY! Indonesia juga terus berinovasi dalam memudahkan transaksi.

Saat ini volume transaksi OY! pun terus meningkat, dan bisa tumbuh 20-30% setiap bulannya seiring pulihnya daya beli masyarakat. Menariknya pertumbuhan volume transaksi ini bukan hanya tumbuh secara digital, melainkan juga untuk transaksi offline.

"Pertumbuhan kami lumayan besar, yakni 20-30% setiap bulannya. Ketika masa PSBB pertama yang paling besar growthnya adalah transaksi digital. Setelah satu tahun pandemi dan mulai banyak kegiatan di luar rumah, transaksi offline balik ke normal, jadi sekarang pertumbuhan offline dan online balance," kata CEO OY! Indonesia Jesayas Ferdinandus, dalam CNBC Indonesia Fintech Week "The Future of Fintech: New Normal Era", Kamis (24/06/2021).


Jesayas menambahkan saat ini literasi digital masyarakat Indonesia masih belum merata, dan masih banyak transaksi menggunakan uang tunai yang berjalan. Sebagai infrastruktur pembayaran menurutnya OY! memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama karena ceruk pasar yang masih luas. Besarnya masyarakat Indonesia menurutnya masih membutuhkan infrastruktur untuk transaksi online dan offline secara tunai.

"Transaksi yang online tinggi, tapi yang offline juga tinggi, itu tantangan dan potensi yang besar karena masyarakat Indonesia jumlahnya besar dan memiliki berbagai level income. Untuk masyarakat menengah ke bawah kita harus bisa reach out mereka, banyak produk kami yang untuk memfasilitasi masyarakat yang belum punya fasilitas ke transaksi digital," ujarnya.

Dia menyebutkan saat ini 70-80% pengguna OY! adalah korporasi yang membutuhkan infrastruktur transaksi baik online maupun offline. Adanya OY! menurutnya memungkinkan perusahaan baik korporasi maupun fintech bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas.

"Kami mau mendalami pasar lokal, kegiatan online dan offline jadi perputaran uang di Indonesia. Kami fokus sebagai infras yang bisa digunakan masyarakat, perusahaan dan bank bisa pakai infrastruktur kami," katanya.

Bahkan produk OY! pun bisa menjangkau UMKM, seiring banyaknya startup yang fokus dalam pengembangan UMKM. Jesayas mengatakan pihaknya juga menyediakan layanan cash pickup bagi UMKM yang masih bertransaksi secara offline, sehingga settlement keuangannya pun bisa lebih cepat.

"Masih banyak UMKM yang transaksi digitalnya 30% sisanya offline, kami kebanyakan di belakang layar. Secara tidak langsung kami kan infrastruktur pembayaran,dan kita bisa membantu tech company. OY! juga bisa melakukan settlement offline dan online lebih cepat sehingga likuiditas UMKM bisa lebih cepat untuk perputaran usahanya," kata dia.

"Potensi pasarnya sangat besar bagi kami untuk menjadi infrastruktur yang reliable di negara ini agar bisa dipakai berbagai macam perusahaan.Potensial market offline dan online sehingga belum ada pemain dominan atau pemenangnya," tambahnya.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Baca Juga
Features
    spinner loading