Palestina Tolak 1 Juta Vaksin Nyaris Kadaluwarsa dari Israel

Tech - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
19 June 2021 17:30
Vaksinasi di Stasiun Bogor, Kamis (17/6/2021). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Palestina menyatakan telah membatalkan kesepakatan rencana Israel yang akan memberikan setidaknya satu juta dosis vaksin Covid-19.

Pihak berwenang mengatakan bahwa jab Pfizer yang akan dikirimkan Israel terlalu dekat dengan tanggal kadaluwarsa, seperti dikutip BBC, Sabtu (19/6/2021).

Sebelumnya, Israel mengaku tidak membutuhkan stok vaksin yang sudah mendekati masa kadaluwarsa. Vaksin tersebut akan diberikan untuk mempercepat program vaksinasi di Palestina.


Sebagai imbalannya, Palestina akan memberikan Israel jumlah vaksin yang sama seperti yang mereka harapkan dari organisasi Pfizer di akhir tahun ini.

Menteri Kesehatan Palestina Mai Alkaila mengemukakan mereka telah diberitahu bahwa masa kadaluwarsa vaksin yang diberikan akan berakhir pada Juli atau Agustus.

"Waktunya tidak cukup, jadi kami menolaknya," katanya.

Israel sendiri belum memberikan komentar terkait hal ini.

Harus diakui. sampai saat ini jumlah masyarakat yang divaksinasi di Palestina tertinggal. Juru Bicara Otoritas Palestina Ibrahmin Melhem mengemukakan hal tersebut disebabkan berbagai hal.

"Pemerintah menolak menerima vaksin yang akan kadaluarsa," katanya dalam pernyataan yang disampaikan kantor berita resmi Wafa.

Melhem menambahkan bahwa mereka masih menunggu pengiriman vaksin yang dipesan langsung oleh Pfizer.

Vaksin memang memiliki tanggal kadaluwarsa. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyarankan sejumlah negara untuk tidak membuang dosis Covid-19 yang kadaluwarsa karena diperlukan untuk penelitian apakah mereka bisa bertahan lebih lama atau tidak.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading