Data BPJS Kesehatan Bocor atau Tidak? Cek Periksadata.com

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
25 May 2021 12:35
Heboh Kebocoran & Penjualan Data 279 Juta Penduduk RI

Jakarta, CNBC Indonesia - Minggu lalu publik dikagetkan dengan kabar dugaan 279 juta data peserta BPJS Kesehatan diperjualbelikan. Ada cara untuk mengetahui apakah data kamu ikut bocor dalam kejadian itu atau tidak.

Yakni melalui laman periksadata.com/bpjs. Di sana akan ada kolom meminta nomor anggota BPJS yang dimiliki. Pihak laman tersebut juga menuliskan tidak akan menyimpan data yang dimasukkan.

Data yang ada adalah 1 juta sampel yang dibagikan oleh pelaku. Jika nomor yang dimasukkan tidak termasuk, maka akan dinyatakan "Data kamu tidak termasuk di dalam sampel yang diberikan oleh pelaku sebanyak 1 juta data".


Namun ini tak menutup kemungkinan jika data tersebut terdapat dalam jumlah sisa dalam kejadian itu.

"Tapi kemungkinan data kamu ikut bocor bersamaan dengan 279 juta data anggota BPJS lainnya," tulis laman itu, dikutip Selasa (25/5/2021).

Ditambahkan juga jika tak ada yang bisa dilakukan mereka yang data termasuk dalam kasus kebocoran data BPJS Kesehatan. Selain mendesak pihak yang memiliki tanggung melakukan investigasi serius.

Selain itu juga meminta laporan investigasi dibuka kepada publik. Sebab data yang bocor merupakan data publik.

"Kita juga harus memaksa mereka yang memiliki kepentingan agar lebih peduli terhadap keamanan dan melakukan sesuatu untuk pencegahan agar kejadian ini tak terulang kembali," tulis periksadata.com.

Laman itu diinisiasi oleh peneliti keamanan siber dan pendiri hack.co.id, Teguh Aprianto. Dia juga mengumumkan cara pengecekan data yang bocor dalam kejadian tersebut di akun Twitter resminya.



Sebelumnya usai Kominfo memanggil Direksi BPJS KEsehatan pada Jumat (21/5/2021), Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan pihak BPJS akan memastikan dan menguji ulang data pribadi yang diduga bocor.

Investigasi itu akan dilakukan oleh tim internal BPJS Kesehatan. Lembaga itu juga akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Kominfo dan Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN dalam investigasi.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading