Harga Vaksin Sinopharm RI Disebut Lebih Murah dari China

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
21 May 2021 20:03
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah pihak mengatakan jika harga vaksin Sinopharm untuk Vaksinasi Gotong Royong dikatakan sangat mahal. Namun staf khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebutkan hal sebaliknya.

"Di China, Sinopharm satu dosis US$31. Kita sekitar US$19 - US$21 dolar. Nomer dua termurah. Kemudian ditambah biaya penyuntikan," kata Arya dalam dalam webinar Beyond Vaksin Gotong Royong, dikutip dari kanal Youtube Narasi Institute, Jumat (21/5/2021).

Dia mengatakan ada ketentuan KPK untuk tidak melibatkan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan dari pemerintah. Jadi dikeluarkan angka Rp 117 ribu untuk layanan tersebut.


Program Vaksinasi Gotong Royong ini menurutnya tidak ada kewajiban untuk mengikutinya. Jika ingin ikut dipersilakan namun tidak jadi masalah bagi yang menolak.

Arya mengatakan pengusaha punya dua alternatif. Ikut dalam vaksin Gotong Royong dan dari pemerintah yang bersifat gratis.

"Kalau enggak mereka ikut dalam proses yang namanya gratis. Ada tahapan tersebut, enggak bisa dibilang mereka enggak dapat, akan dapat juga," jelasnya.

Sebagai informasi, harga pembelian vaksin gotong royong senilai Rp321.660 perdosis. lalu ada tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 per dosis.

Dengan begitu total seluruhnya jika dijumlahkan maka per dosisnya dibanderol Rp439.750 per dosis.

Harga ini ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 tentang Penetapan Besaran Harga Pembelian Vaksin Produksi Sinopharm Melalui Penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam Pelaksanaan Pengadaan Vaksin Covid-19 dan Tarif Maksimal Pelayanan untuk Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong.

Dari harga tersebut sudah termasuk dengan keuntungan sebesar 20%. "Biaya distribusi franco kabupaten/kota, namun tidak termasuk pajak pertambahan nilai (PPN)," tulis keputusan tersebut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Alasan Pengusaha Ngotot Lakukan Vaksinasi Mandiri


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading