Dihukum Xi Jinping, Fintech Jack Ma Hilang Valuasi Rp 2.626 T

Tech - Roy Franedya, CNBC Indonesia
05 May 2021 14:17
FILE - In this Oct. 26, 2020, file photo, a view of the signage of Ant Group is seen at the headquarters compound of the fintech giant in Hangzhou in eastern China's Zhejiang province. The CEO of Ant Group, the world’s biggest financial technology company, has resigned from the company due to personal reasons. Ant Group thanked Simon Hu on Friday, March 12, 2021, for his contributions to the business. He had served as CEO since 2019. (Chinatopix Via AP, File) Foto: AP/

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan aset manajemen Amerika Serikat (AS), Fidelity Investment memangkas separuh valuasi atau nilai dari Ant Group, raksasa fintech asal China yang didirikan Jack Ma.

Dalam laporan terbaru Fidelity Investment yang disampaikan ke regulator otoritas bursa AS, valuasi Ant Group ditaksir tinggal US$114 miliar atau setara Rp 1.647,3 triliun (asumsi Rp 14.450/US$) pada akhir Februari 2021, menurut laporan Wall Street Journal.

Padahal Agustus lalu, valuasi Ant Group ditaksir US$295 miliar (Rp 4.262,75 triliun). Artinya valuasi Ant Group menguap US$181,75 miliar atau setara Rp 2.626,39 triliun.


Longsornya valuasi Ant Group ini karena rencana fintech pemilik dompet digital Alipay ini untuk mencatatkan saham perdana (IPO) di bursa saham Hong Kong dan Shanghai dibatalkan oleh otoritas China pada November 2020 beberapa hari sebelum aksi korporasi ini.

Jika terlaksana Ant Group akan meraup dana sebesar US$37 miliar dan penggalangan dana terbesar di dunia melalui IPO. Aksi korporasi ini juga bakal menambah pundi kekayaan Jack Ma.

Pembatalan aksi korporasi setelah Jack Ma secara terbuka mengkritik kebijakan China dalam sistem keuangan. Setelah pembatalan itu, otoritas China melancarkan sejumlah penyelidikan terhadap praktik bisnis Ant Group, seperti dilansir dari Reuters.

Ant Group pun diminta untuk melakukan restrukturisasi bisnis dan diminta fokus pada bisnis fintech saja dan tidak meluaskan bisnis ke luar sektor itu. Ant Group pun harus mengikuti aturan permodalan yang tinggi yang disebut dapat mengurangi prospek pertumbuhan bisnis perusahaan.

Valuasi yang disusun oleh Fidelity Investment ini belum menghitung dampak restrukturisasi bisnis yang dilakukan yang diumumkan Ant Group pada April lalu. Pada Mei 2018, Fidelity menginvestasikan sekitar US$ 238 juta di Ant Group atas nama kliennya.

Hingga berita ini dipublikasikan, Fidelity tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters. Sementara Ant Group menolak berkomentar.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading