Pembekuan Darah Vaksin AstraZeneca, Ini Respons Warga Inggris

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
28 April 2021 17:48
Vaksin AstraZeneca. (AP/Christophe Ena)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penelitian mencoba melihat bagaimana pendapat orang mengenai AstraZeneca setelah adanya kasusnya pembekuan darah. Dilakukan pada 5000 orang Inggris pada bulan April dan menemukan preferensi masyarakat menurun mengenai vaksin tersebut sejak Maret. Penelitian itu dilakukan oleh University of Bristol, King's College London dan Unit Pelrindungan Kesehatan NIHR.

Studi menemukan 17% publik lebih suka mendapatkan vaksin AstraZeneca jika mereka memiliki pilihan. Jumlah itu menurun dari 24% akhir bulan lalu, dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (28/4/2021).

Soal pembekuan darah, ada 23% percaya kejadian tersebut disebabkan vaksin AstraZeneca. Naik 13% dari yang didapatkan pada Maret. Namun sepertinya klaim tersebut masih dianggap salah oleh lebih banyak orang, yakni 39%. Sementara 38% menyatakan tidak tahu kebenarannya.


Studi juga menemukan pada wawancara pertama ada 17% orang peraya klaim itu benar, dibandingkan wawancara setelahnya 31%.

Pada Februari lalu, sejumlah negara di Eropa menemukan adanya kejadian pembekuan darah pada beberapa penerima vaksin AstraZeneca. Selanjutnya membuat negara-negara menghentikan penggunaanya.

Setelah temuan itu, otoritas obat Inggris dan Uni Eropa menyelidikinya. Kedua lembaga menyebutkan ada manfaat yang lebih besar dari resiko, walaupun kemungkinan hubungan pembekuan darah dan AstraZeneca betul adanya.

Pihak AstraZeneca, pemerintah Inggris dan sejumlah ahli membela vaksin itu. Mereka kompak mengatakan vaksin telah melindungi jutaan orang dengan mengurangi jumlah kasus Covid19, perawatan hingga kematian.

Selain itu para ahli menyebutkan jumlah kasus pembekuan darah dengan trombosit rendah adalah 1:250 ribu orang yang mendapatkan vaksinasi. Sementara itu pada kematian 1: 1 juta kasus.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading