Menkes BGS Sudah Bahas Vaksin Terawan Bareng Kasad & Muhadjir

Tech - Muhammad Iqbal, CNBC Indonesia
19 April 2021 14:49
Menkes Budi Gunadi Sadikin (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan update terkini perihal polemik Vaksin Nusantara yang digagas eks menkes Letnan Jenderal TNI (Purn) dr. Terawan Agus Putranto.

Ditemui selepas acara "Penyerahan Penghargaan Dan Santunan Bagi Tenaga Kesehatan Yang Gugur Dalam Penanggulangan Covid-19 Di Indonesia" di Auditorium Siwabessy, Kompleks Kemenkes, Jakarta, Senin (19/4/2021), BGS mengungkapkan telah mengadakan pertemuan dengan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

"Nanti akan diumumkan oleh tempatnya Pak Kasad. Tapi sudah selesai, sudah didiskusikan. Terima kasih banyak," ujarnya singkat kepada wartawan.

Seperti diketahui, pengembangan Vaksin Nusantara menuai polemik lantaran proses uji klinis fase II tetap dilakukan tim peneliti tanpa izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dalam sebuah diskusi daring, Minggu (18/4/2021), BGS angkat bicara menjelaskan sikapnya dan juga institusi Kemenkes. Ia menegaskan Kemenkes pada dasarnya sangat mendukung setiap riset yang dilakukan anak bangsa. Namun, terkait vaksin, masalah keamanan harus menjadi perhatian serius.



"Bener-bener harus dibikin berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah dan protokol kesehatan yang baku dan tepat. Itu tolong jangan di-cross, jangan di-shortcut, jangan di-cut corners," tegasnya.

Sedangkan terkait kontroversi yang muncul, BGS mengingatkan untuk tidak menghambur-hamburkan waktu dan energi. Ia mengajak semua pihak untuk fokus pada hal-hal yang 'saving life' daripada meributkan sesuatu yang bukan bidang keahliannya.

"Ini sesuatu yang sifatnya sangat scientific, sangat-sangat ilmiah. Jadi tolong dibicarakan di tataran ilmiah," pesannya.

Eks Wamen BUMN itu bilang paling tepat untuk membicarakan masalah tersebut saat ini adalah para ilmuwan yang kompeten di bidangnya. Bukan waktu yang tepat untuk membawanya ke ranah yang lain, termasuk politik.

"Biarkan mereka berdebat di tataran ilmiah. Kalau terlalu banyak berdebat di tataran medsos kalau menurut saya juga nggak bener ya," kata BGS.

Berita selengkapnya >>> Klik di sini



[Gambas:Video CNBC]

(miq/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading