Jangan Takabur, Orang yang Divaksin Masih Bisa Kena Covid

Tech - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
15 April 2021 17:34
Vaksin lansia di Lippo Mal Puri Indah, Jakarta Barat, Selasa (9/3/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah epidemiolog di Indonesia mengingatkan kembali potensi terjadinya penularan Covid-19, meskipun sudah menyelesaikan vaksinasi Covid-19 tahap 1 dan 2.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan orang sudah menyelesaikan vaksinasi Covid-19 tahap 1 dan 2 tetap berpotensi terpapar virus Covid-19.

"Karena saat ini mau yang sudah divaksin atau belum membatasi mobilitas itu tetap ada. Yang namanya strain baru bisa menginfeksi orang yang sudah pulih maupun yang sudah vaksin," ujarnya kepada CNBC Indonesia.


"Kenapa ini jadi wabah baru, mau yang sudah divaksin pun bisa terinfeksi. Hanya saja yang sudah divaksin ini tidak fatal dan tidak sampai masuk ICU, misalnya," kata Dicky melanjutkan.

Artinya yang sudah divaksin memiliki potensi tertular Covid-19, namun kecenderungannya untuk sampai parah, minim.

Pun apabila orang yang sudah divaksin kemudian terpapar Covid-19, orang tersebut masih bisa menularkan. "Ini yang tidak deteksi itu, karena tracing, testing, dan treatment kita sangat minim," tuturnya.

Bahkan menurut Dicky seharusnya penerapan karantina jangan hanya dilakukan kepada mereka yang datang dari luar negeri saja, tapi orang bepergian antar pulau, idealnya juga harus melakukan karantina.

"Antar daerah dan pulau itu harusnya menerapkan itu, kalau di Indonesia ini mau terkendali," tuturnya.

Begitu juga yang disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Hariadi Wibisono.

Hariadi menjelaskan vaksinasi melindungi diri sendiri setelah tercipta atau terbentuk jumlah antibodi yang memadai. Namun protective level setiap orang berbeda, baik dalam waktu dan kadarnya.

Oleh karena itu orang sudah divaksin dan kebal masih bisa dihinggapi virus Covid-18. "Walau yang bersangkutan tidak sakit dan bisa menularkan ke orang yang belum divaksin. Itu lah vaksinasi tidak menggantikan protokol kesehatan," ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Epidemiolog dari Universitas Airlangga Laura Navika Yamani, menurut dia orang yang sudah tervaksinasi Covid-19 kemungkinan terinfeksi maupun menularkan tetap ada.

"Yang tepat adalah orang tersebut harus tetap berdisiplin menjalankan protokol kesehatan sampai pandemi dinyatakan terkendali di Indonesia," tutur Laura.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading