China Akui Kemanjuran Vaksinnya Rendah, Berapa Efikasinya?

Tech - roy, CNBC Indonesia
12 April 2021 14:05
In this photo released by Xinhua News Agency, a medical worker injects a man with a COVID-19 vaccine at a healthcare center in Beijing, China, Saturday, Jan. 2, 2021. China authorized its first homegrown COVID-19 vaccine for general use on Dec. 31, 2020, adding another shot that could see wide use in poorer countries as the virus surges back around the globe. (Peng Ziyang/Xinhua via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia -Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, Gao Fu mengakui vaksin Covid-19 dari China yang beredar saat ini memiliki tingkat kemanjuran (efikasi) rendah ketimbang vaksin yang lainnya.

Oleh sebab itu, pemerintah China mewacanakan untuk mencampurkan beberapa vaksin Covid-19 yang berbeda. Diharapkan cara ini bisa meningkatkan kemanjuran vaksinnya.

"Vaksin yang tersedia saat ini tidak memiliki tingkat perlindungan yang sangat tinggi," ujarnya dalam sebuah konferensi pers di Cengdu, China, seperti dilansir dari Reuters, Senin (12/4/2021).


"Inokulasi menggunakan vaksin dari jalur teknis yang berbeda sedang dipertimbangkan," katanya.

Tingkat efikasi vaksin China memang lebih rendah jika dibandingkan dengan vaksin buatan AS. Vaksin Pfizer memiliki tingkat efikasi 95% melawan Covid-19. Sementara Moderna memiliki efikasi 94%. Adapun vaksin Novavax memiliki efikasi 96% berdasarkan data sementara.

China sendiri memiliki dua vaksin Covid-19 yang sudah digunakan beberapa negara. Yakni vaksin Covid-19 buatan Sinovac dan Sinopharm.

Dalam uji klinis di Brasil, efikasi vaksin Sinovac hanya 50,7%, di Indonesia mencapai 64% dan Tukri mencapai 83%.

Adapun Sinopharm belum ada data efikasi yang rinci. Ada dua jenis vaksin Covid-19 yang dikembangakn perusahaan dengan tingkat kemanjuran masing-masing, menurut data sementara, sebesar 79,4% dan 72,5%.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading