Cek Prediksi Ini, Pecinta Bitcoin Pasti Super Duper Happy

Tech - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
29 March 2021 20:24
Representation of the Bitcoin virtual currency standing on the PC motherboard is seen in this illustration picture, February 3, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mata uang kripto, bitcoin, sedang dalam tren menurun sejak mencapai rekor tertinggi sepanjang masa US$ 61.780,63/troy ons pada 13 Maret lalu. Tetapi ada kabar baik, bitcoin diprediksi akan melesat lagi pada bulan April.

Danny Scott, kepala eksekutif bursa kripto CoinCorner, melihat data pergerakan secara historis menunjukkan melempemnya bitcoin di bulan Maret akan diikuti oleh penguatan tajam di bulan April.

"Waktu dalam satu tahun ini menjadi faktor dan bulan April selalu menjadi perhatian, sebab merupakan akhir tahun pajak di Inggris dan Amerika Serikat (AS)," kata Scott, sebagaimana dilansir Forbes, Minggu (28/3/2021).


Menurutnya, dalam 10 tahun terakhir rata-rata bitcoin menguat 51% di bulan April. Jika hal tersebut terjadi lagi di tahun ini, maka harga bitcoin akan meroket ke atas US$ 80.000/BTC bulan depan.

"Sejak kemunculan bitcoin, hanya 2 kali mencatat kinerja negatif di bulan April, pada tahun 2014 (-6% dan 2015 (-4%)- dan bulan selanjutnya, Mei, juga hanya 2 kali negatif, pada 2015 (-1%), dan 2018 (-18%) - jadi mungkin ada momentum yang kuat dan menjadi nyata di tahun ini," tambahnya.

Scott juga mengatakan saat mencatat kinerja negatif di bulan April dan Mei, bitcoin berada di bear market (tren menurun), dan "sentimen industri saat ini" harus juga diperhitungkan. Menurutnya saat ini pasar yang sangat bullish (tren naik), dimana setiap pekannya konsisten membentuk momentum penguatan.

Bobby Lee, founder bursa kripto BTCC, juga memprediksi harga bitcoin akan meroket lagi di tahun ini, tetapi ada prediksi yang horor. Lee menyebut meroketnya harga bitcoin akan disusul terjadinya crash hingga 90%.

"2021 adalah pasar yang benar-benar bullish (tren naik). Siklus pasar bullish datang antara tiga hingga empat tahun sekali, dan 2021 adalah tahun yang special," kata Lee sebagaimana dilansir Independent, Rabu (24/3/2021).

Lee memprediksi harga emas akan melesat ke US$ 100.000/BTC di musim panas (sekitar Juni sampai September) dan mencapai US$ 300.000/BTC di akhir tahun, sebelum akhirnya crash 90%.

"Siklus bullish datang dan pergi, setelah mencapai puncak maka akan terjadi penurunan secara perlahan dan saat itulah bubble pecah. Itu (penurunan) bisa berlangsung selama 2 hingga 3 tahun,"

"Setelah mencapai puncak, entah itu di US$ 200.000/BTC, US$ 100.000/BTC, atau bahkan US$ 300.000/BTC, para investor harus sadar bitcoin bisa crash hingga 80-90% dari puncak tertingginya," tutup Lee.

Lee menambahkan setelah mengalami crash hingga 90% kemudian mengalami masa stagnan dalam waktu yang lama, hingga disebut mengalami "crypto winter".

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading