Terbongkar! Alasan Sebenarnya Facebook Jengkel ke Apple

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
12 March 2021 11:33
FILE PHOTO: Facebook CEO Mark Zuckerberg, appears on stage during a town hall at Facebook's headquarters in Menlo Park, California, U.S., September 27, 2015.   REUTERS/Stephen Lam/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan Apple dan Facebook sempat memanas akibat kebijakan baru produsen iPhone itu. Sejumlah mantan karyawan Facebook mengungkapkan alasan penolakan perusahaan tersebut pada pembaruan iOS 14.

Dikabarkan jika pembaruan pada iOS 14 akan membuat iklan bertarget menjadi kurang efektif. Apple membuat aplikasi yang menggunakan IDFA harus minta izin ke pengguna bila ingin mengumpulkan data. IDFA sendiri merupakan pengenal perangkat unik yang ada pada seluruh iPhone dan iPad.

Walau raksasa teknologi lain misalnya Twitter dan Snap setuju dengan kebijakan Apple, di sisi lain Facebook bersuara paling lantang menolak. Perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu memperingatkan para investor perubahan tersebut akan merugikan bisnis perikanan pada kuartal ini.


CNBC Internasional mencoba mencari tahu alasan di balik penolakan Facebook pada sejumlah mantan karyawannya. Salah satu yang dipertaruhkan dalam masalah ini adalah konversi view-through.

Metrik tersebut digunakan perusahaan teknologi untuk mengukur jumlah pengguna yang melihat iklan, tidak langsung mengklik-nya namun nanti akan melakukan pembelian terkait iklan. Terkait ini kemungkinan Facebook akan mengalihkan anggaran pada aplikasi atau layanan lain untuk melihat keuntungan pada iklan, dikutip Jumat (12/3/2021).

Facebook merupakan perusahaan pemegang pendapatan terbesar kedua dari iklan digital global setelah Google. Ancaman serius adalah pengiklan akan memberikan uang lebih banyak pada bisnis iklan Google dimana Facebook tidak bisa menconteknya.

Di beberapa sisi, tanpa IDFA kemungkinan akan berdampak besar. Facebook Audience Network menyediakan iklan non Facebook dan menggunakan IDFA untuk menghadirkan iklan pada pengguna berdasarkan data dari jejaring sosial tersebut.

Apabila pengguna enggan IDFA nya dilacak, personalisasi yang dibuat Facebook jadi sia-sia dan tidak relevan. Agustus lalu, Facebook menyebutkan pembaruan iOS 14 bisa menurunkan 50% pendapatan bisnis iklan tersebut.

Kemungkinan lainnya, Facebook akan kehilangan data berharga dari pengguna iPhone yang dilakukan pada perangkatnya saat tidak berada di aplikasi milik Dacevook.

Langkah Facebook

Facebook paham bahwa tidak bisa mengubah keputusan Apple. Namun perusahaan tak habis akal untuk terus bisa mengambil sedikit keuntungan.

Perusahaan diketahui melakukan kampanye membela iklan bertarget dan mengatakan ini adalah kunci kesuksesan bisnis kecil. Nampaknya ini semua untuk mengembalikan reputasi raksasa media sosial itu.

Sebagian orang mungkin masih ingat skandal Cambridge Analytica yang menyeret Facebook dan membuat reputasi perusahaan memburuk.

Menurut seorang mantan karyawan Facebook, mengambil landasan moral dan mengatakan membela hak bisnis kecil, perdebatan IDFA membuka peluang Facebook untuk mengembalikan reputasinya.

Keputusan pembaruan tetap akan berjalan, namun masih ada izin pengguna yang harus didapatkan. Pada sebagian kecil pengguna, Facebook mulai meminta untuk memilih pelacakan IDFA.

Hal ini diketahui sebagai pengujian A/B yang diyakini sebagai strategi populer untuk mencari tahu paling populer. Facebook akan memberikan petunjuk berbeda yang menunjukkan mana yang lebih baik untuk meyakinkan banyak orang pada pelacakan IDFA.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading