Waspada! Hacker China Berhasil Jebol Server Microsoft

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
03 March 2021 16:50
Infografis/Awas Dibobol Hacker Jangan Pakai  10 Password Buruk Ini

Jakarta, CNBC Indonesia - Micorosft menemukan peretas dalam kelompok spionase China berhasil menjebol sistem perusahaan, dengan memanfaatkan empat kerentanan yang belum terdeteksi sebelumnya dalam berbagai versi software.

Kelompok itu bernama HAFNIUM, dan dideskripsikan sebagai entitas yang disponsori China dan beroperasi di luar negara itu, dikutip Reuters, Rabu (3/3/2021).

Temuan yang sama juga diungkapkan oleh perusahaan keamanan siber Volexity. Mereka menemukan pada bulan Januari para peretas berhasil menggunakan satu kerentanan untuk mencuri konten lengkap pada mailbox milik sejumlah pengguna.


Menurut Volexity, para peretas hanya perlu mengetahui detil server Exchange dan akun yang ingin mereka susupi. Sebelum Microsoft melakukan pengumuman, lonjakan aktivitas server tersebut juga tiba-tiba meningkat.

Lonjakan itu dilaporkan oleh Direktur Intelijen Dell Technologies Incs's Secureworks, Mike McLellan. Menurutnya kenaikan tersebut terjadi dalam waktu semalam dengan 10 pengguna terdampak.

Pihak kedutaan besar China di Washington, AS, tidak langsung merespon permintaan komentar. Namun selama ini pemerintah China selalu membantah melakukan aktivitas spionase di dunia maya.

Kasus ini berlangsung tak lama setelah Microsoft sempat juga terkena retas pada Desember lalu. Perusahaan diketahui menggunakan software manajemen dari perusahaan SolarWinds.

Peretasan itu menimbulkan korban dari sejumlah lembaga pemerintah dan raksasa teknologi AS. Rusia dituding berada dibalik kejadian tersebut.

Sejak saat itu produk-produk Microsoft dalam pengawas. Di kasus lainnya, peretas mengambil keuntungan dari cara konsumen yang menyiapkan layanan Microsoft untuk membahayakan targetnya atau menyelam lebih dalam pada jaringan tersebut.

McLellan mengatakan kasus saat ini hanya berfokus untuk menyebarkan software berbahaya dan menyiapkan tempat untuk gangguan lebih dalam.

"Kami belum melihat ada aktivitas lanjutannya. Kami akan menemukan banyak perusahaan terdampak namun sedikit yang benar-benar tereksploitasi," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading